14 August 2022, 13:15 WIB

Facebook Uji Jadikan End-to-end Encryption Sebagai Default di Messenger


Basuki Eka Purnama |

FACEBOOK tengah menguji coba fitur end-to-end encryption sebagai default atau pengaturan bawaan di Messenger sehingga pengguna tidak perlu lagi mengaktifkannya secara manual.

Fitur end-to-end encryption sebenarnya sudah ada sejak 2016 di Messeger, namun layanan itu sebelumnya harus diaktifkan secara manual oleh pengguna untuk setiap sesi obrolan individu.

Mengutip XDA Developers, akhir pekan lalu, fitur end-to-end encryption memang diciptakan untuk menjaga percakapan di dalam aplikasi tetap aman.

Baca juga: Remaja AS Berbondong-bondong Tinggalkan Facebook

Uji coba untuk mengaktifkan fitur end-to-end encryption secara otomatis akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan oleh Facebook.

Beberapa pengguna terpilih akan mencoba langsung secara otomatis bagaimana end-to-end encryption diaktifkan ketika mengakses layanan Messenger dari Facebook.

Bisa dibilang selain kata sandi atau password untuk mengamankan akun jejaring sosial, fitur end-to-end encryption menjadi lapisan kedua untuk mengamankan keamanan data dan privasi pengguna jejaring sosial.

Terutama dengan semakin banyaknya penipuan dan pencurian data dari jejaring sosial maka mengaktifkan fitur end-to-end encryption menjadi bermanfaat.

Selain mencoba mengaktifkan fitur itu secara otomatis, Facebook juga menguji fitur end-to-end encryption pada akun yang terhubung di lebih dari satu perangkat.

Artinya ketika Anda menghapus satu pesan di perangkat pertama, maka di perangkat lainnya juga akan ikut terhapus.

Tidak hanya pada layanan Messenger, Facebook juga akan menguji kemampuan pengguna untuk menghapus pesan dan membalas pesan di Facebook Stories dengan kemampuan end-to-end encryption.

Dengan berfokus pada keamanan pengguna, Facebook juga akan menyediakan lapisan-lapisan keamanan tambahan saat pengguna melakukan pemulihan pesan yang sebelumnya terekam dalam end-to-end encryption, misalnya seperti memasukkan PIN atau kode akses khusus untuk mendapatkan pesan tersebut.

Jika uji coba ini berhasil, Facebook berencana merilisnya secara bertahap dan akan berlanjut hingga 2023. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT