09 August 2022, 18:21 WIB

Literasi Digital Dorong Pemanfaatan Pemasaran Digital yang Baik


Mediaindonesia.com |

PERKEMBANGAN digitalisasi di Indonesia yang sangat signifikan beberapa tahun belakangan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang baik. 

Ditambah dengan adanya dorongan pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 telah meningkatkan penggunaan internet dan mempercepat adopsi digital pada kegiatan sehari-sehari, salah satunya ialah kegiatan pemasaran bisnis.

Podcaster & Co-Founder Paberik Soeara Rakjat Rizki Nugroho mengatakan, dalam melakukan bisnis di era digital, pemasaran digital menjadi hal yang penting dilakukan agar bisnis dapat dilihat dan dijangkau oleh lebih banyak konsumen. 

Sebelum melakukan digital marketing ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, pahami produk dan target pasar dengan baik. Kedua, pilih tools yang paling sesuai dengan target konsumen dan kebutuhan bisnis. 

"Terakhir, pilih metode pemasaran yang paling sesuai dengan target pasar", papar Rizki dalam webinar literasi digital bertajuk Konsep Bisnis Digital: Digital Marketing yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

Assessor & Consultant Business Syarif Maulana menjelaskan, pemasaran digital merupakan suatu aktivitas promosi suatu produk atau jasa yang menggunakan media internet atau media sosial. Dalam melakukan pemasaran digital perlu dipahami beberapa hal agar konten yang kita buat tidak melanggar hukum. 

"Pertama, hindari membuat konten promosi yang negatif. Kedua, berikan informasi yang jelas agar mudah dimengerti dan tidak menimbulkan arti yang berbeda. Terakhir, jujur dan menghindari plagiasi dalam membuat konten pemasaran," jelas Syarif Maulana.  

Baca juga : STI Bantu Pelajar SMK Kembangkan Keahlian Sesuai Kebutuhan Industri

Ketua Prodi Perdagangan Internasional Politeknik APP Jakarta & Praktisi Literasi Digital, Bayu Sutjiatmo mengatakan, dalam melakukan kegiatan pemasaran digital perlu waspada terhadap adanya potensi penipuan. 

"Perlu diperhatikan beberapa tips keamanan digital, seperti interaksi dengan akun resmi atau memiliki centang biru, serta tidak sembarang memberikan informasi sebelum adanya perjanjian yang jelas”, ujar Bayu Sutjiatmo.

Webinar itu merupakan bagian dari program “Indonesia Makin Cakap Digital” Kemenkominfo untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia, Survei nasional Kemenkominfo dan Katadata menunjukkan menunjukkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia berada pada level SEDANG dengan skor 3.49. Hal ini merupakan suatu peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi serupa di 2020 yang menunjukkan skor 3,46. 

Kemenkominfo akan terus meningkatkan pencapaian tersebut dengan menyasar kelompok-kelompok strategis di masyarakat. Untuk meningkatkan skor indeks literasi digital Indonesia ke level BAIK Kemenkominfo secara konsisten akan terus menjalankan kegiatan literasi digital. 

"Pada 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat agar tujuan peningkatan skor indeks literasi digital tersebut dapat tercapai dan peningkatan kecakapan digital tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, mengingat kita memiliki potensi sumber daya manusia yang besar," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dalam sambutan program Makin Cakap Digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pengerapan mengatakan, dalam perjalanannya program literasi digital telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 kabupaten/kota dan 34 provinsi diseluruh Indonesia dan berfokus pada peningkatan wawasan dan kecakapan digital masyarakat Indonesia yang diukur berdasarkan 4 pilar digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT