05 August 2022, 18:47 WIB

Etika Membuat Ruang Digital Menjadi Hangat


Mediaindonesia.com |

Dunia digital merupakan ruang tanpa batasan waktu. Sehingga jalinan hubungan, komunikasi, dan interaksi lebih luas.  Semua orang dapat berkolaborasi tanpa bertatap muka.

“Sehingga kita membutuhkan etika dan netiket, supaya ruang digital ini menjadi hangat, bersilahturami dan mengobrol menjadi enak,” kata Komite Edukasi Mafindo, Julita Hazeliana M di Jombang, Jawa Timur, pada Selasa (2/8).

Perubahan gaya hidup menjadi serba digital menawarkan kebebasan beraktivasi bagi siapapun. Banyak netizen, khususnya generasi muda, justru kebablasan menyikapi kebabasan tersebut. Sehingga mereka dicap tidak sopan ketika berkomentar atau memosting sesuatu di media sosial.

Etika, menurut Julita, sudah diajarkan kepada setiap orang sejak dini. Orangtua selalu mengajarkan anak-anak mengucapkan salam, sapa, dan santun ketika bertemu orang di dunia nyata. Ajaran ini bisa diterapkan di dunia digital, sehingga tidak perlu berkomentar yang macam-macam kepada orang yang belum dikenal.

“Kuncinya etika di ruang digital mestinya  sama dengan di ruang nyata. Sehingga bibit yang sudah ada, kita sirami, praktek setiap hari. Misalnya ketemu bertemu orang lebih tua atau orang lain mengucapkan salam. Hal-hal tersebut sering saja dilakukan, nanti etika mengalir sendirinya,” kata Julita. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT