04 August 2022, 23:31 WIB

Di Era Digital, Saring Informasi Lebih Sulit dari Mendapatkannya


Mediaindonesia.com |

Internet memiliki manfaat positif sebagai sarana pendidikan dan ekonomi untuk mendapatkan pengetahuan, berbagi ilmu, menjalin persahabatan, mendukung kegiatan bisnis dan pemerintahan. Dari segi hiburan, internet juga tempat untuk mencari kesenangan berupa musik, film, video berita, hingga gim.

Akan tetapi internet juga memiliki dampak negatif jika tidak memanfaatkannya dengan bijaksana. Sehingga pengguna internet patut memiliki kompetensi saat mengakses, menyeleksi dan menganalisis informasi saat berkomunikasi di platform digital. Kemudian memahami etika berinternet agar dapat membentengi diri dari tindakan negatif, serta kompetensi saat memproduksi dan mendistribusikan konten.

"Saat ini seringkali kita bukannya kesulitan mencari informasi, tetapi sulit menyaring, menyeleksi informasi," kata Kaprodi Teknik Geomatika Unitomo, Yunus Susilo di Madiun, Jawa Timur pada Senin (1/8).

Dalam hal ini, informasi di internet bagaikan aliran deras yang jumlahnya sangat banyak sehingga harus diteliti kebenaran faktanya. Apalagi terkait hoaks, ujaran kebencian, isu yang menyangkut Suku, Agama, dan Ras (SARA) terbilang sensitif untuk dibahas. Apalagi semua itu juga diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tidak mengebarkan berita bohong atau hoaks yang bisa menggangu keamanan nasional. Setiap pengguna harus berhati-hati dan berkaitan membangun relasi sosial yang baik dengan menerapkan etika berinternet.

Kompetensi berkolaborasi data maupun informasi dengan aman dan nyaman di internet juga berhubungan dengan aspek keamanan digital. Di mana pengguna sebaiknya memiliki keahlian dalam mengamankan perangkat digital hardware maupun software dan termasuk melindungi data pribadi dari pencurian. (OL-12)

BERITA TERKAIT