03 August 2022, 12:18 WIB

Individu Cakap Digital Harus Mampu Berpikir Kritis dan Hindari Kebencian


Mediaindonesia.com |

Individu cakap digital harus berpikir kritis, sehingga bisa terhindar dari banyak masalah di dunia maya, mulai dari gegabah menyebar hoax, terlalu percaya dengan informasi apapun, hingga berkomentar seenaknya. Tidak semua informasi yang dilihat atau didapat media sosial benar.

Sehingga dibutuhkan pola pikir kritis untuk meverifikasi informasi tersebut. Sayangnya sekarang ini masih banyak orang yang kerap tidak menerapkan critical thinking. “Critical thinking biasa tidak berjalan ketika ada kebencian. Misal dalam urusan politik, kemarin polarisasi begitu dahsyat, ada dua kelompok. Kelompok satu hanya mau mendengar junjungannya, begitu juga kelompok lainnya. Ini menunjukkan nalar mati, dia hanya mau mendengar apa yang didengar, dia mau percaya apa yang dianggap benar Ini menyedihkan, pintar tapi critical thinking-nya tidak bermain,” kata Korwil Mafindo Bekasi Raya, Erie Heriyah di Kediri, Jawa Timur, pada Minggu (31/7).

Ketika mendapat informasi, individu yang cakap digital akan mebaca dengan lengkap sebelum menyebarluaskan informasi. Sehingga pengeceakan fakta kebeneran setiap informasi dari berbagai sumber terpercaya merupakan hal utama. Jangan sebarkan jika berita tersebut meragukan atau tidak terbukti benar. “Orang yang tidak mau berpikir kritislah yang mudah termakan hoaks. Jadi jangan kaget kalau orang bergelar doktor atau bahkan profesor termakan hoaks. Kita sudah pernah melihat fenomena seperti itu,” ujar Erie. (OL-12)

BERITA TERKAIT