01 August 2022, 20:12 WIB

Tips Pemasaran Digital Berbasis Influencer untuk Komunitas Indonesia Timur


mediaindonesia.com |

PERKEMBANGAN digitalisasi di Indonesia yang sangat signifikan beberapa tahun belakangan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang baik.

Ditambah dengan adanya dorongan pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 telah meningkatkan penggunaan internet dan mempercepat adopsi digital pada kegiatan sehari-sehari.

Menurut laporan HootSuite dan We Are Social pengguna internet aktif di Indonesia mencapai 204,7 juta jiwa pada awal tahun 2022, atau meningkat 2,1 juta dibandingkan awal tahun sebelumnya.

Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk dapat beradaptasi menggunakan aplikasi digital dan meningkatkan kompetensi digital masyarakat agar masyarakat semakin dapat beradaptasi menggunakan teknologi digital.

Selain itu, agar masyarakat untuk membentengi diri dari risiko penggunaan internet seperti penipuan online dan cyber bullying.

 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai pengemban garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia dalam mencapai visi dan misi tersebut kemenkominfo sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator.

Dalam rangka menjalankan salah satu mandat tersebut terkait pengembangan SDM Kemenkominfo berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi meluncurkan program “Indonesia Makin Cakap Digital” pada tahun 2021.

“Dalam perjalanannya program literasi digital telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 kabupaten/kota dan 34 provinsi diseluruh Indonesia," kata Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abriijani Pengerapan, dalam keterangan pers, Senin (1/8) .

Baca juga: Ribuan ASN di Jatim Dapat Pelatihan Literasi Digital dari Kemenkominfo dan Kemendagri

"Berfokus pada peningkatan wawasan dan kecakapan digital masyarakat Indonesia yang diukur berdasarkan empat pilar digital, yaitu kecakapan digital,etika digital, keamanan digital, dan budaya digital,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abriijani Pengerapan.

Survey nasional oleh Kemenkominfo bersama Kata Data pada tahun 2021 menunjukkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia berada pada level 'sedang' dengan skor 3.49.

Hal ini merupakan suatu peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi serupa di tahun 2020 yang menunjukkan skor 3,46. Kemenkominfo akan terus meningkatkan pencapaian tersebut dengan menyasar kelompok-kelompok strategis di masyarakat.

 Untuk meningkatkan skor indeks literasi digital Indonesia ke level 'Baik' Kemenkominfo secara konsisten akan terus menjalankan kegiatan literasi digital.

 “Pada tahun 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat agar tujuan peningkatan skor indeks literasi digital tersebut dapat tercapai dan peningkatan kecakapan digital tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, mengingat kita memiliki potensi sumber daya manusia yang besar,” Menkominfo Johnny G. Plate, dalam sambutan program Makin Cakap Digital.

Kegiatan literasi digital diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya menghentikan penyebaran berita hoaks serta dampak negatif dari penyalahgunaan internet dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui beragam program edukasi kecakapan literasi digital.

Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

Selain itu dengan cakap literasi digital dapat memacu individu untuk beralih dari konsumen yang pasif menjadi produsen yang aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. 

Dengan literasi digital juga akan tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis serta kreatif.  Anggota masyarakat tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif dan menjadi korban informasi hoaks atau korban penipuan yang berbasis digital.

Kegiatan webinar literasi digital untuk komunitas dan masyarakat di wilayah Maluku, Papua, dan sekitarnya telah diselenggarakan pada hari Senin (25/7) dengan tema “Tips Digital: Pemasaran Berbasis Influencer'

Webinar tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.200 orang dari berbagai kelompok masyarakat / komunitas di wilayah Maluku Papua yang menghadirkan Ketua Program Studi Perdagangan Internasional Politeknik APP Jakarta & Praktisi Literasi Digital Bayu Sutjiatmo, Business Consultant & Praktisi Literasi Digital Syarif Maulana, dan Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Politeknik APP Jakarta & Praktisi Literasi Digital, Aji Kresno, sebagai narasumber.

Dalam webinar tersebut, Bayu Sutjiatmo membahas tips pemasaran berbasis influencer ditinjau dari perspektif cakap digital.

 "Kehidupan kita saat ini sudah tidak dapat dipisahkan dari dunia digital. Perlunya pengetahuan dasar terkait dengan kemampuan digital perlu dikuasai untuk menggunakan teknologi digital secara optimal," jelas Bayu.

 Dalam melakukan pemasaran berbasis influencer kita perlu memahami beberapa hal penting.

Pertama, lakukan pahami perilaku target audiens yang akan ditetapkan sebagai segmen pelanggan potensial.

"Kedua, pilih influencer yang di-approve oleh target audiens tersebut. Terakhir, libatkan influencer dengan meminta saran content yang baik dan menarik untuk menarik perhatian pelanggan", papar Bayu .

Syarif Maulana memperkaya pembahasan mengenai tips pemasaran berbasis influencer ditinjau dari perspektif etika digital.

"Berperilaku etis di ruang digital dapat membantu mendorong kita memanfaatkan teknologi digital secara optimal," katanya.

"Dengan berperilaku etis di ruang digital, dapat mengurangi hate speech dan hoax dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat. Terpenting kita harus sadar dan selalu ingat saat berinteraksi di ruang digital kita bertemu dengan manusia nyata bukan robot," paparnya.

Dalam kaitannya dengan pemasaran menggunakan influencer ada beberapa hal yang penting untuk kita perhatikan.

Pertama, pilih influencer dengan nilai etika yang tinggi. Kedua, pilih influencer yang memahami brand value produk atau usaha kita, sehingga ia bisa menjadi representasi usaha kamu.

"Terakhir, dorong influencer untuk membuat konten yang berdasarkan pada asas kebaikan dan kebermanfaatan”, jelas Syarif Maulana. 

Aji Kresno melengkapi pembahasan mengenai tips pemasaran berbasis influencer ditinjau dari perspektif keamanan digital.

 "Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan kita dalam melakukan pemasaran melalui influencer," katanya.

 Pertama, pilih influencer yang sudah memiliki verifikasi atau centang biru. Kedua, pelajari dan pahami bentuk kerjasama yang berlaku dengan influencer agar terhindar dari penipuan.

"Terakhir, cari tahu riwayat kerja atau rekam jejak terdahulu dari influencer, agar campaign yang dilancarkan tidak backfire menyerang brand kita sendiri,” ujar Aji. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT