20 July 2022, 17:32 WIB

Kiat Meminimalisir Risiko Keamanan Digital


Mediaindonesia.com |

Semenjak pandemi Covid-19 masyarakat dipaksa untuk beradaptasi dengan teknologi hingga dari awam menjadi lebih akrab. Digitalisasi membawa pada kemudahan pada setiap aspek kehidupan, kepraktisan dalam budaya baru ini membuat masyarakat makin nyaman. Namun di balik hal itu ada risiko yang harus diwaspadai pengguna ruang digital.

"Di sinilah perlunya pemahaman kita akan keamanan digital supaya lebih aman," kata Koordinator Nasional Arus Informasi Santri Nusantara, Annifatul Jannah di Kediri, Jawa Timur pada Selasa (18/7).

Di mana proses penggunaan layanan digital baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman. Tidak hanya mengamankan data yang dimiliki saja, melainkan juga melindungi fata pribadi yang bersifat rahasia. Kompetensi keamanan digital yang harus menjadi kecakapan digital para pengguna meliputi bagaimana mengamankan perangkat digital dari virus, lalu mengamankan identitas digital yaitu KTP, Kartu Keluarga, password, nama ibu kandung sebaiknya tidak dibagikan secara sembarangan karena akan berisiko pada tindakan kejahatan di dunia digital.

Pemahaman akan adanya rekam jejak digital saat berselancar di internet juga diperlukan. Di dalamnya termasuk aspek keamanan digital untuk anak, di mana ada hak-hak digital di dalamnya. Sebab orangtua juga harus melindungi kerahasiaan data anak, terkait juga unggahan foto anak.

Bahaya keamanan internet yang kerap dialami pengguna misalnya pencurian data yang biasanya didapat dari data pelanggan atau perbankan. Kemudian pencurian informasi pribadi berupa username, password, PIN, nomor kartu kredit, nomor rumah dan lainnya. Ada pula penyusupan data kontak seperti email yang biasa digunakan untuk menyebarkan virus, konten pornografi atau sensitif lainnya.

Lebih lanjut, agar aman bermedia digital setiap pengguna harus membiasakan diri menggunakan password yang kuat, serta rutin menggantinya. Mengaktifkan two-factor authentification, waspada jangan asal mengklik tautan tidak dikenal, menggunakan anti virus yang berbayar untuk keamanan perangkat pribadi. Pastikan juga orang disekeliling Anda untuk memiliki pemahaman keamanan digital juga.

"Tidak ada yang aman 100% di ruang digital, namun setiap orang bisa meminimalisir risikonya," katanya lagi.  (OL-12)

 

BERITA TERKAIT