18 July 2022, 21:42 WIB

Sriwijaya Air Umumkan Akun Instagram Miliknya Kena Serangan Siber, Begini Kronologinya


Mediaindonesia.com |

SERANGAN siber menjadi salah satu ancaman di era teknologi, bentuk serangan siber pun semakin beragam dan dapat menyerang siapa saja, baik individu maupun institusi. Salah satu institusi yang pernah terkena serangan siber ialah maskapai Sriwijaya Air.

Akun Instagram Sriwijaya Air diduga telah diretas oleh seseorang yang tak bertanggung jawab pada 20 April 2022. Akun bercentang biru tersebut sempat kehilangan semua konten posting-annya serta deskripsi atau informasi akun resmi tersebut diubah akibat ulah si hacker.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Henoch Rudi Iwanudin mengatakan, karena serangan siber itu, seluruh informasi yang telah di-posting hilang tak bersisa. Kondisi inipun tentunya sempat membuat geger para pengikut akun Sriwijaya Air, bahkan beberapa yang mencari akun Sriwijaya Air di kolom pencarian tidak dapat menemukannya.

“Bahwa benar adanya akun Instagram Sriwijaya Air telah diretas, dan kini kami berupaya secepatnya agar akun tersebut pulih seperti sediakala, sehingga dapat kembali memberikan informasi kepada penumpang setia Sriwijaya Air," kata Henoch dalam keterangannya, 

Kendati begitu, Henoch memastikan saat ini akun Instagram sudah bisa dicari dan di akses oleh followers namun belum bisa diakses masuk oleh perusahaan sendiri.

Henoch menambahkan, banyak followers Instagram Sriwijaya Air yang bertanya mengapa akun tersebut tidak bisa ditemukan di kolom pencarian. Ada juga yang mengeluh karena informasi yang dibutuhkan tiba-tiba hilang.

Dari informasi yang didapat, pihak Sriwijaya Air sempat dihubungi oleh seseorang yang mengaku berurusan dengan bisnis media di Turki. Orang tersebut menginformasikan kepada pihak Sriwijaya Air bahwa akun milik Sriwijaya Air telah dijual oleh sejumlah orang hacker di salah satu forum di negara Turki.

Baca juga : Simpanlah Data Pribadi di Rumah

Alih-alih menawarkan bantuan, orang tersebut justru mengaku bisa memulihkan kembali akun Sriwijaya Air dengan memasang harga yang tidak masuk akal nominalnya.

"Tentu saja dapat kita ambil kesimpulan bahwa sindikat hacker tersebut meminta tebusan untuk setiap akun yang diretasnya. Dan akun yang memiliki 221 ribu pengikut tersebut diduga diretas melalui Tindakan yang dikenal dengan istilah phising," ujar Rudi.

Phising secara umum ialah suatu tindakan penipuan/pengelabuan bisa berupa pengiriman email palsu/link melalui media-media elektronik dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi seperti nama, usia, alamat, ID, password hingga data akun yang berhubungan dengan akun finansial.

Saat hacker mendapatkan informasi yang didapat maka pemilik akun tersebut akan kesulitan untuk login ke akun Instagram karena hacker telah mengubah informasi login. Saat itulah juga hacker melancarkan aksinya untuk memanfaatkan data korban seperti menjual informasi ke pihak ketiga.

Tidak sedikit yang menjadi sasaran utama hacker ini adalah akun Instagram yang telah memliki jumlah followers yang besar. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT