14 July 2022, 14:45 WIB

SUN Energy Luncurkan Ruang Monitoring Sistem Energi Surya Berbasis IoT


mediaindonesia.com |

TRANSISI menuju masa depan rendah karbon dapat diwujudkan melalui percepatan penggunaan energi bersih di berbagai sektor.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat dari 587 GW kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT), lebih dari 60% berasal dari energi surya yang akan berperan sangat penting dalam penyediaan listrik nasional.

Per awal kuartal dua di tahun 2022 ini, PLN mencatat terdapat lebih dari 5.000 konsumen PLN yang memanfaatkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Sebagai salah satu sumber energi alternatif masa depan, riset untuk mengembangkan teknologi energi surya terus dilakukan guna menyediakan biaya yang lebih rendah sehingga dapat semakin terjangkau oleh masyarakat luas.

Melihat potensi energi surya dan penyerapannya yang semakin meningkat, SUN Energy terus berupaya secara konsisten menawarkan inovasi kepada para pelanggan.

Baca juga: PLTS Pertama Dibangun di Perguruan Tinggi Kawasan Indonesia Timur

Sejak didirikan tahun 2016, hingga kini portofolio SUN Energy telah tersebar di lebih dari 25 kota di Indonesia dan mengantongi proyek sebesar 280 MWp di tiga negara

Berkomitmen untuk menyediakan layanan terintegrasi berbasis teknologi, pada hari Kamis (14/07) SUN Energy meluncurkan ruang pemantauan kinerja sistem energi surya yang terintegrasi berbasis Internet of Thing (IoT) yang dinamakan SUN Energy Tech Space.

“Di ruangan ini, tim ahli SUN Energy dapat memantau serta mengontrol kinerja sistem PLTS kami yang tersebar di seluruh Indonesia hingga Thailand," ungkap Philip Lee selaku Chief Executive Officer (CEO) SUN Energy.

"Sistem perangkat yang dipasang mampu mengidentifikasi, menginformasikan, serta mendiagnosis masalah sehingga kegiatan operasi dan pemeliharaan sistem energi surya di lokasi pelanggan dapat dimonitor secara real-time selama 24/7,” ungkap Philip Lee.

Didukung oleh Huawei, fitur perangkat di SUN Energy Tech Space mengedepankan aspek keselamatan yang proaktif, memberikan pengalaman perkembangan teknologi dengan konektivitas (IoT), layanan cloud, serta kecerdasan buatan (AI) sehingga sistem PLTS bisa dipantau di mana pun dan kapan pun.

“Kami sangat optimis bahwa kedepannya sistem tenaga surya akan menjadi energi masa depan yang digunakan oleh pengguna dari sektor rumah tangga, sosial, komersial, hingga industri," kata Dion Jefferson selaku Chief Commercial Officer (CCO) SUN Energy.

"Melalui perkembangan teknologi, sistem tenaga surya akan terasa sangat dekat dengan para penggunanya," katanya.

"Kami pun terbuka kepada masyarakat luas yang ingin mempelajari sistem PLTS untuk berkunjung ke SUN Energy Tech Space dan berdiskusi bagaimana SUN Energy dapat membantu mewujudkan masa depan rendah karbon melalui pemanfaatan PLTS,” jelas Dion Jefferson  (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT