13 July 2022, 23:16 WIB

Anak Bisa Menjadi Sasaran Kejahatan di Internet


Mediaindonesia.com |

Beriringan dengan pertumbuhan digital yang sangat pesat, muncul pula ancaman-ancaman yang tidak terhitung jumlahnya. Menjaga keluarga dari risiko digital yang mengancam tersebut memerlukan pemahaman akan literasi digital supaya bisa memfilter dampak negatif penggunaan media digital.

"Mengakses informasi semakin mudah dan praktis. Bisa dikatakan dunia ada di tangan kita. Oportunity atau kesempatan juga ada di tangan kita. Bahkan kita tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu," ungkap Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat, Wily Ariwiguna di Madiun, Jawa Timur, Senin (11/7).

Lebih jauh dia mengatakan bahkan masyarakat memandang digitalisasi sesuatu yang baik untuk mempermudah kehidupan. Masyarakat pun sudah merasa nyaman dengan transaksi keuangan digital yang sebelumnya dianggap berisiko.

Namun dengan kecepatan pertumbuhan pengguna internet, saat ini masyarakat masih dianggap hanya bisa menggunakannya saja. Belum sepenuhnya menjadi pengguna cerdas atau produsen cerdas. Sehingga menjadi ceroboh dan tidak hati-hati hingga mengalami penipuan dan kejahatan di ranah digital. Sebabnya pengguna harus memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai keamanan digital.

Dia mencontohkan sempat beredar pencatutan foto anak-anak di Facebook untuk meminta sumbangan palsu. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan akan privacy foto anak untuk tidak diunggah secara berlebihan. Banyak orangtua yang bangga dengan tumbuh kembang anaknya kemudian memasang foto di media sosial hingga disalahgunakan.

Anak pun bisa menjadi sasaran kejahatan digital. Meliputih hal-hal yang bersifat agresif seperti kekerasan atau konten sadis, lalu sasaran penguntitan, korban bullying, dalam konteks seksual anak bahkan bisa menjadi sasaran kekerasan seksual dan pornografi hingga konten berbahaya lainnya.

Dalam hal ini tentunya peran orangtua amat besar untuk menfilter apa yang diunggah terkait identitas anak. Selain memberikan fasilitas, orangtua juga harus menetapkan aturan main atas akses digital. Anak perlu diajarkan prinsip dasar keamanan digital, dan bahkan melakukan pendampingan saat mengakses media digital. (OL-12)

BERITA TERKAIT