01 July 2022, 08:30 WIB

PIDI 4.0 Hadirkan Digital Forum Menuju Transformasi Industri 4.0


mediaindonesia.com |

SETELAH peresmian Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) oleh Menko Bidang Perekonomian dan Menteri Perindustrian pada tanggal 2 Desember 2021, PIDI 4.0 telah menyelenggarakan perhelatan yang melibatkan pemangku kepentingan nasional maupun internasional.

PIDI 4.0 bersama Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) menyelenggarakan acara Kick-off Digital Accelerating Future Industrial Transformation 4.0 in Indonesia, yang di dalamnya terdapat serangkaian acara, salah satunya Digital Forum. 

“Solusi digital merupakan hal yang sangat esensial saat ini. Transformasi digital industri melangkah menuju model bisnis baru yang ditopang oleh tiga pilar: automation, pengembangan factory processes, dan produksi,” papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan acara yang digelar secara daring, Kamis (30/6)..

Agus merasa yakin kegiatan ini akan berhasil mewujudkan Program Nasional ‘Menjadi Indonesia 4.0’,serta menempatkan Indonesia menjadi 10 besar ekonomi global pada tahun 2030. 

“Saya ingin menyampaikan bahwa sektor manufaktur di Indonesia selalu berkembang seiring dengan transformasi digital. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam mengakselerasi transformasi Industri 4.0 di Indonesia melalui PIDI 4.0,” ujar Agus dalam pidatonya. 

Baca juga:  Struktur Demografi Indonesia Mempermudah UKM untuk Digitalisasi

Sementara Arus Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kemenperin, mengaku sangat bangga dan optimis kegiatan ini akan dapat menyelenggarakan atau mengakselerasi transformasi industri 4.0 baik di Indonesia maupun di Singapura. 

Pihaknya juga membuka peluang kerjasama dengan pihak mana pun yang bisa memberikan manfaat khususnya dalam bidang pengembangan SDM industri dan transformasi industri 4.0.

“Kami sangat terbuka dengan peluang kerjasama yang bisa memberikan manfaat bagi kita semua khususnya dalam bidang pengembangan SDM industri dan transformasi industri 4.0,” ujar Arus Gunawan.

Digital Forum merupakan ajang diskusi dan pertukaran informasi yang menghadirkan berbagai pakar industri dengan berbagai tema terkait industri 4.0. Dalam diskusi tersebut terdapat pembahasan mengenai ‘Bagaimana Konektivitas Mengubah Implementasi Teknologi Pabrik Cerdas’ dengan pembicara Mr. Kiyoshi Kurata selaku Presiden Direktur PT. Azbil Berca Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Panel yang memiliki tema ‘Perkembangan Transformasi Digital dan Industrialisasi di Indonesia 4.0’ yang menghadirkan Tirta Wisnu Permana selaku Kepala PIDI 4.0 dan Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin, Fadli Hamsani sebagai GM Industrial IoT, Telkomsel, Mr. Malachy Martin sebagai Global Director Center of Excellence SAP Digital Supply Chain.

Selain itu, juga menghadirkan  Asep Noor sebagai General Manager Manufacturing Indolakto Indofood CBP Tbk, Hedi Santoso sebagai Prescription and Government Relations Director Indonesia and Timor-Leste Cluster, Schneider Electric, serta Carlos Karo Karo sebagai Advisor & Leader DCC Indonesia, McKinsey & Company dan moderator.

Kegiatan Kick-off tersebut merupakan salah satu acara yang tergabung dalam ‘The ITAP 2022 Voice of the Markets Regional Roadshow series’, yang merupakan rangkaian acara dari pameran Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) 2022 yang akan diselenggarakan di Singapura, tanggal 18-20 October 2022.

“Kementerian Perindustrian telah memilih 7 sektor yang memimpin transformasi digital di Indonesia, yakni sekor makanan dan minuman (F&B), tekstil, kimia, otomotif, elektronik, farmasi dan alat kesehatan," katanya.

"Beragam program telah dilakukan untuk mengakselerasi transformasi digital, salah satunya ialah PIDI 4.0,” ucap Tirta Wisnu Permana selaku Kepala PIDI 4.0 dan Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin.

Selain kegiatan ini, PIDI 4.0 juga mengembangkan ekosistem dengan menjalin kerja sama dengan mitra lainnya.

Sampai dengan saat ini, PIDI 4.0 tercatat telah memiliki 26 mitra yang terdiri dari 24 perusahaan dan 2 universitas. Terjalinnya kerja sama tersebut diharapkan mampu mengakselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT