17 June 2022, 19:09 WIB

Ekosistem Digital Perlu Didukung Keamanan Data dan Kualitas Internet


Mediaindonesia.com |

PANDEMI mendorong percepatan transformasi digital. Kondisi ini juga meningkatkan interaksi masyarakat di dunia digital yang tentu saja menuntut terciptanya ekosistem digital yang kondusif dan aman, terutama menyangkut data pribadi yang bersifat privasi atau rahasia. 

Data pribadi merupakan segala informasi mengenai identitas individu mencakup nama lengkap, alamat email, nomor kartu identitas, data lokalisasi, alamat IP, riwayat kesehatan, dan sebagainya. Karena itu, data pribadi sangat penting untuk dilindungi karena berkaitan langsung dengan hak asasi manusia mulai dari right to objection, rights related to automated decision, serta hak untuk mengakses, menghapus, membatasi, mengoleksi, mengoreksi, dan mentransfer data pribadi. 

"Menjaga keamanan data pribadi di era internet semakin menjadi kebutuhan penting di tengah maraknya serangan siber," kata Purjono Agus Suhendro, pengamat bisnis teknologi dari Techno Business Indonesia, Jumat (17/6). Keberadaan data pribadi, imbuhnya, termasuk data konsumen sangat berharga bagi perusahaan. Dengan data tersebut, perusahaan bisa memetakan kinerjanya dan karakter pasarnya. Karena itu, data perusahaan, termasuk data terkait konsumen, menjadi sangat berguna dan mahal. 

"Di era digital seperti sekarang, pemanfaatan big data bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi semua perusahaan. Big data merupakan jantungnya perusahaan dalam menggarap pasar. Tanpa big data, pemetaan karakteristik konsumen menjadi tidak akurat dan pada akhirnya perusahaan akan kalah dalam persaingan," ujarnya.

Purjono memberi catatan, selain sangat berharga dan mahal, data perusahaan bersifat sangat rahasia. Karenanya, di satu sisi data konsumen sangat berguna bagi perusahaan, di sisi sebaliknya perusahaan juga harus melindungi data konsumen yang dikelolanya. "Semakin privasi data itu semakin wajib untuk dilindungi atau dirahasiakan," ujarnya. 

Apalagi kini semakin canggih para penjahat siber untuk terus mencari celah agar dapat melakukan pencurian data perusahaan, termasuk milik konsumen. "Persoalan keamanan data membenarkan ungkapan bahwa pelaku itu selalu lebih pintar (daripada korbannya)," ujarnya.  

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Riant Nugroho menyatakan industri telekomunikasi dapat memulai dengan mendeklarasikan perlindungan data untuk memastikan keamanan pelanggan. Hal ini agar data pengguna tidak bisa diakses pihak lain tanpa izin. 

Baca juga: NASA Resmi Bergabung dalam Kelompok Pemburu UFO

Langkah kedua, Riant mengusulkan agar perusahaan telekomunikasi mendorong pelaku industri digital mengeluarkan klausul serupa. "Saya mendorong industri telekomunikasi menjadi leading actor untuk melindungi data klien," kata Riant.

Di sisi lain, Riant mendorong perusahaan telekomunikasi memperkuat kualitas layanan internet untuk mendukung potensi ekonomi digital yang besar di Tanah Air. Kualitas layanan merupakan hal yang tidak terhindarkan saat ini dan menjadi kebutuhan. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT