14 June 2022, 06:36 WIB

Telemedicine Tingkatkan Kemudahan Layanan Kesehatan Karyawan


mediaindonesia.com |

Good Doctor menyelenggarakan sosialisasi manfaat kesehatan ke ribuan karyawan di perkantoran dan pusat perbelanjaan seiring kebijakan bekerja di kantor kembali 

SEIRING dengan kegiatan perekonomian Indonesia yang mulai dibuka kembali dan semakin banyak organisasi yang mendorong karyawannya untuk kembali bekerja di kantor.

Namu karyawan diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker di ruang publik dan tempat keramaian untuk menjaga kesehatan mereka.

Sehubungan dengan semakin banyaknya karyawan yang kembali bekerja, PT Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor), telah menyelenggarakan serangkaian program aktivasi setiap hari selama periode Juni hingga Juli 2022 di berbagai tempat berbeda, seperti pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran.

Dalam acara ini, tim aktivasi Good Doctor mendemonstrasikan kemudahan menghubungkan asuransi mereka dalam aplikasi seluler Good Doctor.

Setelah polis asuransi mereka berhasil ditautkan, karyawan perusahaan yang memiliki akses ke layanan kesehatan Good Doctor dapat menikmati berbagai manfaat seperti transaksi nontunai untuk telekonsultasi dan pembayaran obat, promo khusus, serta akses gratis ke artikel kesehatan.

Baca juga: Telemedicine Beri Layanan Tebus Obat Lebih Cepat Sampai Rumah

Di Indonesia, semakin banyak perusahaan yang ingin memasukkan telemedicine dan layanan kesehatan digital lainnya sebagai bagian dari paket tunjangan kesehatan bagi karyawan.

Menurut perusahaan konsultan manajemen global, Kearney, di Indonesia, untuk sponsor asuransi swasta, aplikasi kesehatan membuka peluang-peluang baru—seperti menyediakan asuransi kesehatan berkualitas menengah dan terjangkau melalui aplikasi eksklusif-untuk polis asuransi kesehatan tertentu

 Sementara untuk sponsor perusahaan, aplikasi kesehatan sebagai solusi terlengkap untuk menjaga transparansi dalam catatan dan penggantian biaya karyawan serta menawarkan opsi perawatan kesehatan yang berkualitas lebih baik untuk meningkatkan kepuasan karyawan dan mengurangi ketidakhadiran.

Sebagai salah satu platform telemedicine terbesar di Indonesia, Good Doctor memaparkan dua keuntungan besar menggunakan telemedicine, yaitu waktu tunggu pasien yang lebih singkat dan biaya yang lebih murah.

Dalam keteranagan pers, Selasa (14/6). Danu Wicaksana, Managing Director PT Good Doctor Technology Indonesia mengatakan, “Berobat di rumah sakit offline membutuhkan waktu 4–5 jam dengan risiko tinggi terpapar covid-19, menguras energi, dan membutuhkan usaha tinggi,"

"Sedangkan dengan layanan Good Doctor hanya membutuhkan waktu 40–45 menit karena konsultasi 24/7 (layanan tersedia sepanjang waktu) di mana pun dan kapan pun," jelas Danu.

"Ketika kita perlu berkonsultasi dengan dokter, kemacetan saat perjalanan ke rumah sakit, bepergian tengah malam ke rumah sakit, atau menggunakan transportasi umum untuk ke rumah sakit yang tentu saja semakin membuat tidak nyaman, tidak akan kita alami lagi," katanya.

"Konsultasi secara daring mampu melindungi dokter dan pasien dari terpapar virus korona atau virus dan penyakit menular lainnya, pengiriman obat secara instan (pasien hanya menunggu di rumah), transaksi dilakukan secara nontunai, dan rata-rata lima kali lebih murah sehingga menghemat limit rawat jalan,” tambah Danu.  

Studi kasus yang dilakukan oleh PT Good Doctor Technology Indonesia sepanjang tahun 2020–2021 menunjukkan 8 gejala paling umum yang dialami oleh karyawan yang melakukan sesi telemedicine.

Dari 8 gejala itu, yang paling umum adalah nasofaringitis akut, faringitis akut, dan laringofaringitis akut.

Tanpa layanan Good Doctor, mereka akan mengunjungi dokter secara offline dan menghabiskan manfaat rawat jalan mereka.

Jika mereka berkunjung ke rumah sakit offline akan mengeluarkan biaya untuk dokter dan obat-obatan sekitar Rp404.805, sedangkan jika mereka menggunakan jasa Good Doctor hanya mengeluarkan biaya Rp109.936.

Diasumsikan manfaat rawat jalan mereka sekitar Rp2,5 juta per tahun maka mereka hanya bisa berobat ke rumah sakit offline sebanyak 6 kali dalam setahun,

"Sedangkan dengan menggunakan layanan Good Doctor, mereka dapat melakukannya sebanyak 23 kali dalam setahun," tutur Danu. 

Bukan perkara mudah bagi perusahaan untuk merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.

Salah satu kiat yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan tunjangan karyawan yang pada akhirnya juga menguntungkan perusahaan.

"Telemedicine menjadi salah satu tunjangan yang diinginkan karyawan sekarang," tegas Danu. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT