28 May 2022, 17:15 WIB

Teknologi Cloud dan AI Bantu Maksimalkan Pengembangan Bisnis


mediaindonesia.com |

DIGITALISASI dalam dunia usaha, terutama penggunaan teknologi komputasi awan (cloud computing) dan  kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI), diyakini akan terus meluas.

Digitalisasi terbukti membantu proses bisnis menjadi lebih cepat dan lebih baik.

Tak hanya untuk sektor usaha skala besar, sektor UMKM juga akan mendapat keuntungan lebih melalui digitalisasi.

Terlebih, masyarakat sebagai konsumen semakin terbiasa dan bergantung pada manfaat penerapan teknologi. Karenanya, setiap badan usaha yang ingin berkembang di era ini, perlu meningkatkan digitalisasi .

“Tren akan bergeser, dari investasi perangkat keras (untuk server) pada akhirnya akan pindah ke cloud karena mampu memberikan solusi yang lebih baik dan lebih cepat. Diperkirakan, untuk 10 tahun ke depan pertumbuhan bisnis ini akan meningkat lebih dari 100% (yoy),” ujar pendiri dan CEO Searce, Hardik Parekh, pada sesi diskusi di Jakarta baru-baru ini.

Searce adalah perusahaan konsultan teknologi modern yang membantu klien untuk memanfaatkan teknologi cloud, AI, dan analisis.

Baca juga: Penelitian Terbaru Ungkap Sejumlah Tantangan Edge Computing

Terlebih, lanjut Parekh, saat ini sejumlah perusahaan besar penyedia layanan cloud telah menginvestasikan banyak dana, hingga miliaran dollar AS, untuk membawa pusat data mereka ke Indonesia.

Hal itu dilakukan untuk menangkap pasar layanan cloud di Indonesia dengan mematuhi regulasi pemerintah.

Menurut Parekh, digitalisasi idealnya dilakukan oleh seluruh sektor usaha, termasuk UMKM. Saat ini, sebagian UMKM di Indonesia sudah memanfaatkan platform digital seperti e-commerce dan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Sementara, sebagian lainnya masih belum memanfaatkan teknologi digital.

Sejatinya, UMKM dapat memanfaatkan digitalisasi untuk berbagai aspek bisnisnya, misalnya menggunakan layanan cloud pada periode promo tanggal kembar untuk mengantisipasi peningkatan transaksi, tentunya lebih cepat dan tepat dibanding melakukan penambahan server.

Searce sendiri, lanjut Perekh, sejak didirikan pada 2004 berkomitmen membantu para pelaku usaha di berbagai level, termasuk UMKM, dalam memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha.

Sejauh ini, di Indonesia, Searce telah melayani banyak badan usaha di berbagai bidang, utamanya bidang jasa keuangan, asuransi, perjalanan, transportasi, logistik, ritel, e-commerce, barang-barang konsumen, manufaktur, media, dan hiburan.

“Di Searce, kami memiliki tim tersendiri untuk klien startup dimana market ini memiliki memiliki masalah berbeda, misalnya mereka ingin dengan cepat di dalam membuat infrastruktur, membangun solusi, menjangkau ribuan pelanggan atau jutaan pengguna dalam beberapa bulan. Kami juga memiliki tim tersendiri untuk segmen perusahaan yang bisa membantu mengubah cara kerja dan bertransformasi,".paparnya..

"Kami memiliki manajemen tim dan tim pembelajaran untuk perusahaan-perusahaan itu. Lalu ada juga tim untuk pelanggan pasar menengah," uacapnya.

"Kami adalah startup untuk startup, perusahaan konsultan teknologi modern. Saat membantu pelaku usaha memecahkan berbagai masalah dengan pola pikir yang lebih baik. Kami bergerak sangat cepat untuk membantu klien kami bertransformasi,” terang Parekh.

Searce juga berupaya menjangkau UMKM. Untuk UMKM, pendekatan yang dilakukan antara lain melalui gelaran lokakarya atau webinar.

“Kita melakukan edukasi pada UMKM. Mereka perlu memahami bahwa mereka akan sulit tumbuh dan bertahan jika tidak melakukan perubahan dan mengikuti perkembangan teknologi digital,” imbuh Parekh.

Ia menambahkan, di era sekarang, keterbukaan dalam menyipapi berbagai perubahan dan perkembangan zaman menjadi kunci untuk sukses. Indonesia memiliki banyak populasi, banyak anak muda, dan kaum berpendidikan.

"Keterbukaan untuk menerima dan mengadopsi teknologi baru, ide-ide baru akan membawa peluang besar bagi Indonesia,” pungkas Parekh. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT