18 May 2022, 20:50 WIB

Myskill, Startup Edutech Rintisan Alumni ITB Dapat Pendanaan East Venture


Bayu Anggoro |


SALAH satu startup teknologi pendidikan (edutech) karya anak
bangsa, MySkill, meraih pendanaan tahap awal dari East Venture.
Perusahaan venture capital terkemuka di Asia Tenggara itu, sebelumnya merupakan investor pertama pada unicorn Indonesia, yakni Tokopedia dan Traveloka.

Co-Founder dan Chief Executive Officer MySkill, Angga Fauzan,
menjelaskan, dana dari East Venture akan mempercepat misinya dalam mendukung para pencari kerja di Indonesia untuk menggapai karir impian mereka. "Kami sangat berterima kasih dan menghargai dukungan pendanaan ini dari East Ventures," katanya, Rabu (18/5).

Meski tidak menyebut nilai yang diinvestasikan, menurut dia, startup
rintisannya yang fokus terhadap persiapan karir dan pengembangan kemampuan bagi kaum muda ini akan mengalokasikan pendanaan tersebut untuk mempercepat ekspansi serta mengembangkan produk yang ditawarkan.

Saat ini, MySkill mengembangkan metode penggabungan tiga jenis
pembelajaran yakni Independen, Interaktif, dan Privat. Tiga solusi
pembelajaran utama ini termasuk Mentoring Privat, Bootcamp Interaktif,
dan Video E-Learning On-Demand.

Kombinasi dari berbagai solusi ini diharapkan memberikan pengalaman
belajar yang lebih mendalam, yang secara langsung akan bermanfaat dan
mempertajam keterampilan para pengguna dalam mendapatkan pekerjaan
impian mereka.

"Kombinasi ini dapat menghadirkan hasil yang lebih baik dari proses pembelajaran. Dengan solusi inovatif yang memastikan hasil pembelajaran yang lebih baik, kami berharap akan menciptakan efek domino dalam menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih baik di
Indonesia," ujar Angga.

Lebih lanjut Angga menjelaskan, MySkill didirikan pada pertengahan 2021 bersama Erahmat selaku Co-Founder & Chief Business Officer.
Keduanya menyadari akan kesenjangan keterampilan yang sangat besar
antara dunia akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

"Karena ada kesenjangan itu, berujung pada banyak orang kesulitan dalam
mendapatkan pekerjaan yang layak," katanya.

Kondisi inipun, kata dia, tercermin pada studi JP Morgan dan Singapore Management University yang menemukan bahwa salah satu penyebab rendahnya jumlah tenaga kerja berkualitas di Indonesia dikarenakan kesenjangan antara dunia akademik dan industri.

"Situasi ini diperparah oleh pandemi yang akibatnya dirasakan oleh lebih dari 29 juta pekerja di Indonesia. Ini menurut data Badan Pusat
Statistik (BPS)," katanya.

Berdasarkan itu, MySkill mendemokratisasi peningkatan keterampilan dan
pencarian pekerjaan untuk lebih dari 70 juta tenaga kerja muda di
Indonesia. Saat ini, startup edutech ini telah memiliki lebih
dari 700 ribu pengguna dalam waktu kurang dari satu tahun sejak
beroperasi.

Pertumbuhan


Principal East Ventures, Devina Halim, memastikan pihaknya sangat
antusias dalam menjadikan MySkill sebagai bagian dari portofolionya. MySkill akan menjadi solusi yang tepat dalam memastikan kesiapan dunia akademik dan keterampilan penggunanya dalam mendapatkan pekerjaan impian.

"Melihat kesenjangan besar yang dihadapi ketenagakerjaan Indonesia saat
ini, kami percaya MySkill dapat membawa lebih banyak pertumbuhan serta
dampak ke industri tenaga kerja di Indonesia," katanya.

Untuk diketahui, MySkill berbasis di Indonesia yang didirikan oleh Angga dan Erahmat, kawan semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mereka berdua telah berkecimpung di dunia pendidikan dan bisnis selama
lebih dari enam tahun. Angga mulai membangun organisasi komunitas
pendidikannya di ITB dan mendapatkan nominasi Edinburgh Student Awards
saat menempuh magister di Britania Raya.

Angga juga telah bekerja sebagai profesional di bidang marketing selama
lebih dari 6 tahun di berbagai startup seperti Zenius dan Bibit.
Sementara Erahmat saat ini sedang menyelesaikan studi PhD-nya di Korea
Selatan, seusai menyelesaikan S1 di ITB.

Dia juga memiliki pengalaman dalam bisnis Pelatihan Olimpiade Sains
Nasional dan Internasional, dan mendapatkan kepercayaan dan telah
bekerja sama dengan berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Informasi
lebih lanjut terkait startup edutech ini bisa diketahui dengan mengakses myskill.id atau melalui partnership@linimuda.id. (N-2)

 

BERITA TERKAIT