11 May 2022, 21:29 WIB

2021, Biaya Global akibat Kejahatan Dunia Maya US$6 Triliun


Mediaindonesia.com |

BIAYA global akibat kejahatan dunia maya mencapai US$6 triliun pada tahun lalu. Ini terjadi ketika pandemi virus korona menyebabkan aktivitas online melonjak. 

"Ancaman keamanan siber baru selama dua tahun terakhir telah menimbulkan kerusakan sebagai dampak dari pandemi covid-19 dan percepatan digitalisasi yang ditimbulkannya," kata Alessandro Profumo, kepala raksasa pertahanan, keamanan, dan kedirgantaraan Italia, Leonardo, Selasa (10/5), pada pembukaan konferensi Cybertech Europe 2022 di Roma.

"Serangan dunia maya telah meningkat dalam jumlah, kecanggihan, dan dampak. Pada 2021 biaya global akibat kejahatan dunia maya melebihi US$6 triliun."

Leonardo mengatakan angka tersebut berasal dari Clusit, asosiasi Italia untuk keamanan informasi, yang mengutip laporan dari kelompok Cybersecurity Ventures AS. Clusit memperkirakan kerugian US$1 triliun pada 2020.

Baca juga: Amerika Serikat Bergabung dengan 55 Negara Promosikan Internet Gratis

Seperlima dari total serangan diarahkan ke Eropa, kata Profumo, tetapi benua itu kekurangan setidaknya 200.000 profesional keamanan siber. Berbicara kepada wartawan asing di Roma bulan lalu, dia mengatakan masalah keamanan siber telah meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami memperhatikan ada tekanan tambahan," kata bos Leonardo itu yang memiliki cabang khusus yang didedikasikan untuk keamanan siber. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT