22 April 2022, 16:46 WIB

Perusahaan SAS Ajak Mahasiswa Indonesia Kuasai Skill Analisis Data


mediaindonesia.com |

DENGAN adanya permintaan yang tinggi untuk data analytic, perusahaan data analytic SAS yang telah memimpin pasar baru-baru ini telah meluncurkan program bagi mahasiswa pendidikan tinggi untuk lebih dalam mempelajari keterampilan dalam mengelola data analytic.

Mahasiswa juga mendapatkan sertifikasi berharga yang bisa bermanfaat bagi pemberi kerja.

SAS® Skill Builder for Students adalah portal pembelajaran virtual 24/7 gratis yang dapat mengakses ke perangkat lunak SAS, e-learning, dan sertifikasi, serta saran berkarir serta bagaimana cara untuk terhubung dengan pemberi kerja.

SAS Skill Builder memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk mempelajari SAS dan meningkatkan prospek karir mereka,” kata Febrianto Siboro, Managing Director (Indonesia), SAS Institute dalam keterangan pers, Jumat (22/4)

“Dengan Indonesia sebagai pasar TI yang tumbuh paling cepat di Asia Pasifik, SAS Skill Builderfor Students menyoroti komitmen kami untuk memelihara dan mempersiapkan tenaga kerja masa depan dalam ilmu data dan menyediakan bisnis Indonesia dengan bakat yang tepat untuk berkembang dan berhasil dalam masa pascapandemi. dunia," ujar Febri.

 Karier sebagai analis data

Saat ini sebagian besar pemuda Indonesia hanya mengenyam pendidikan sekolah menengah atas, dan hal ini mengakibatkan kesenjangan untuk kebutuhan pekerja ahli, hal ini tercatat dalam Global Innovation Index 2020 dengan Indonesia menempati peringkat 125 dari 131 negara.

Baca juga: Perlu Kolaborasi Berdayakan Masyarakat di Era Ekonomi Digital

Melalui program SAS Skill Builder for Studentsini diharapkan dapat membantu lebih banyak pelajar Indonesia membangun keahlian yang diperlukan untuk menjadi analis data dengan menyediakan akses melalui beberapa hal.

SAS Skill Builder for Students menggabungkan data dari berbagai industri untuk mendapatkan pengalaman yang berharga dan relevan.

Siswa juga dapat mempelajari salah satu keterampilan paling berharga untuk sukses di masyarakat dan tempat kerja saat ini: Literasi data.

"Di dunia yang dibanjiri disinformasi dan misinformation, sangat penting untuk dapat mengkonsumsi, menafsirkan, dan memahami data," jelas Febri.

SAS Skill Builder for Students mencakup akses ke Data Literacy Essentials, kursus SAS yang memperkenalkan dasar-dasar data dan strategi untuk menggunakan dan menginterogasi data, menemukan makna, membuat keputusan, dan mengkomunikasikan data.

Kursus ini juga diikuti oleh, pemilik usaha kecil, dan pakar kesehatan masyarakat, yang masing-masing menggunakan data untuk menavigasi dan memecahkan masalah untuk melewati masa pandemi.

"Kursus ini juga berfokus pada etika yang berhubungan dengan data. Etika pengumpulan data mengacu pada cara kita mencari, menafsirkan, dan menyajikan data secara bertanggung jawab, termasuk penilaian moral yang kita buat saat bekerja dengan data," kata Febri.

Kursus ini mencakup bagaimana kita berinteraksi dan mengomunikasikan data dan memberikan informasi tentang panduan dan cara kita bekerja dengan data secara lebih bertanggung jawab. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT