15 April 2022, 16:42 WIB

Hashlists, Penyedia Layanan Menambang Kripto 'Cloud Mining' dari Inggris


mediaindonesia.com |

Hashlists.com adalah satu dari sekitar ribuan cloud mining platform untuk menambang kripto. Didirikan di Inggris beberapa tahun lalu, dengan dukungan data center di sejumlah negara, Hashlists menawarkan sejumlah program baru dan dana bisa ditarik setiap hari.

Secara sederhana cloud mining adalah cara menambang kripto tanpa perlu membeli alat tambangnya secara langsung.

Anda yang ingin mendapatkan kripto secara pasif, cukup menyewanya di penyedia cloud mining seperti Hashlists.com ini. 

Dengan cara menyewa, tentu saja banyak keunggulannya jika dibandingkan dengan solo mining ataupun pool mining.

Dengan cloud mining , Anda tidak perlu melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap alat-alat itu, tak perlu menghitung biaya listrik, menyewa gedung atau ruangan khusus, menyewa teknisi dan lain sebagainya.

Nah, Hashlists sejatinya mempermudah proses itu semua. Yang perlu dilakukan adalah membeli paket kontrak penambangan yang disediakan, lalu pelanggan cukup menantikan hasil tambang kripto masuk ke akunnya. Sangat sederhana.

Hashlists sendiri menawakan cloud mining untuk banyak kripto, seperti Bitcoin Cash (BCH), Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ether (ETH), Filecoin (FIL) dan Dogecoin (DOGE) yang didukung oleh Bos Tesla, Elon Musk.

Dapat disimpulkan bahwa layanan cloud mining memang sesuai untuk orang-orang tertentu saja yang memang mendambakan kemudahan dalam melakukan penambangan kripto.

Diluncurkan beberapa tahun yang lalu di London, Inggris, Hashlists adalah layanan cloud mining yang sekarang tersedia secara global. Kata kunci ceruk bisnis seperti ini adalah penyederhanaan proses menambang crypto dan dilakukan secara jarak jauh.

Menurut keterangan Evan Manajer Pemasaran Hashlists pada Jumat (15/4/2022), pengguna bisa mulai berinvestasi berdasarkan kontrak senilai US$8 dan masa kontrak berakhir setelah 1 hari.

Dengan kontrak terkecil ini, menurut Evan, pengguna diperkirakan bisa mendapatkan keuntungan sebesar US$0,8.

 "Dana pengguna langsung ditransfer ke akun dan dapat dengan mudah menarik atau melanjutkan investasi memilih paket lainnya, yang tertinggi US$6.500," imbuh Evan.

Hashlists mengklaim bahwa pihaknya saat ini mengoperasikan pusat data (data center) besar di Kazakhstan, Myanmar dan Islandia. Di sinilah alat-alat tambang kripto itu dikelola.

Hashlists juga merupakan satu-satunya perusahaan di dunia yang telah diberikan lisensi untuk hak sewa dan hak guna tanah oleh pemerintah Kazakhstan dalam waktu 5 tahun untuk melakukan penambangan kripto secara fisik.

"Kami menjamin, dengan menggunakan layanan kami, pengguna dapat berinvestasi sesedikit mungkin dengan peluang 100 persen untuk menghasilkan keuntungan," tegas Evan.

Hashlists telah meluncurkan program baru yang memberi imbalan kepada semua pengguna dengan bonus pendaftaran sebesar US$8 yang dapat segera ditarik. Ada pula program afiliasi dengan komisi 3%.

"Tak seperti penyedia layanan serupa, Hashlists memastikan Anda bisa menarik semua dana Anda, baik modal dan keuntungan setelah 3 hari sejak imbalan dibayarkan. Imbalan ini dalam bentuk dolar AS," ujarnya.

Untuk mulai menikmati penghasilan pasif harian dari Hashlists, yang harus dilakukan adalah mendaftar dan membeli kontrak penambangan. Cukup berikan alamat e-mail dan buat kata sandi, lalu verifikasi.

Dari sisi keamana, Hashlists mematuhi peraturan Financial Conduct Authority (FCA) Inggris dan juga beroperasi di bawah CySEC (Komisi Sekuritas dan Bursa Siprus) dan ASIC (Komisi Sekuritas dan Investasi Australia).

FCA misalnya mengatur layanan keuangan, perusahaan, dan pasar untuk perlakuan yang adil terhadap konsumen. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT