05 February 2022, 22:45 WIB

Rentokil Hadirkan Perangkap Lalat Motif Kayu untuk Tambah Nilai Estetika Ruangan 


Mediaindonesia.com |

KEHADIRAN serangga terbang bernama lalat tentunya sangat tidak diinginkan. Bukan hanya mengganggu, namun lalat juga merupakan vektor penyakit berbahaya seperti diare, demam tifoid, disentri, kolera, dan lainnya. Bahkan di beberapa tempat kehadiran lalat sangat ‘diharamkan’ seperti di area dapur, restoran, café, dan coffee shop. 

Selain bahaya penyakit yang dapat disebabkan oleh lalat, reputasi brand yang susah payah dibangun dapat terancam akibat adanya kehadiran lalat yang mencerminkan tempat tersebut tidak higienis. 

Untuk mengatasi masalah lalat, saat ini tersedia banyak pilihan produk perangkap lalat yang dijual dipasaran. Salah satu yang banyak digunakan ialah perangkap lalat elektrik yang dikenal dengan sebutan fly zapper. Perangkap yang menggunakan dua lampu UV untuk menarik datangnya lalat ini bekerja dengan cara mematikan lalat ketika hama ini mendekati lampu UV dan bersentuhan dengan kawat yang dialiri arus rendah. 

Cara kerjanya kurang lebih sama dengan raket nyamuk yang akan mengeluarkan bunyi ketika tangkapannya bersentuhan dengan permukaan kawat. 

Namun penggunaan zapper bukan tanpa risiko, potongan tubuh atau bahkan sayap lalat yang berukuran kecil bisa saja terpental dan jatuh ke bawah setelah tersengat listrik. Alih-alih mengatasai masalah lalat, partikel lalat yang jatuh tersebut bisa menimbulkan kontaminasi ataupun masalah baru pada tempat Anda. 

Lantas, perangkap lalat seperti apa yang harusnya kita pilih?  Pertama,  tentu saja suatu perangkap lalat harus memenuhi syarat dengan kriteria aman untuk digunakan, sehingga penerapannya tidak menimbulkan masalah baru. Perangkap lalat juga harus higienis, sehingga tidak menimbulkan kontaminasi silang dalam operasional pemakaian maupun ketika dibersihan. 

Kedua yang juga penting, jangan sampai penempatan perangkap lalat merusak desain interior ruangan Anda, hal ini dapat menurunkan nilai estetika pada suatu ruangan yang telah dibangun dengan konsep sedemikian rupa. 

Sadar akan berbagai tantangan tersebut, Rentokil Initial menghadirkan unit inovasi terbaru perangkap lalat bernama Lumnia Slim. Unit ini sengaja di desain untuk dapat memenuhi berbagai aspek yang diperlukan. Beragam fitur disematkan dalam Lumnia Slim, seperti lampu LED yang menghasilkan cahaya lebih terang sehingga bisa memaksimalkan daya tarik untuk lalat menjadi lebih maksimal. 

Baca juga : Apple Music Pangkas Masa Free Trial Jadi 1 Bulan

“Memasuki musim hujan di awal tahun seperti ini, masyarakat perlu waspada dengan melengkapi rumah maupun tempat usahanya seperti kafe dan resto dengan produk yang dapat menangkap lalat untuk menjamin kesehatan dan higienitas makanan. Terlebih iklim tropis kita yang sangat rentan dengan serangan lalat maupun hama terbang lainnya,” ujar Heri Susanto, Managing Director Rentokil Initial Indonesia dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/2). 

Dari hasil uji coba, terlihat bahwa efektivitas lampu LED yang dimiliki oleh Lumnia Slim membutuhkan waktu lebih singkat untuk menarik serangga terbang yang lewat, dibandingkan dengan penggunaan unit sejenis yang menggunakan lampu fluorescent atau lampu neon (lampu pendar).  

Intensitas cahaya yang dipancarkan secara maksimal oleh Lumnia Slim, tidak membuat unit ini menjadi boros dalam konsumsi listrik. Bahkan berdasarkan banyak riset, lampu LED juga lebih rendah dalam urusan konsumsi listrik dibandingkan lampu jenis lainnya, Satu unit Lumnia Slim hanya memerlukan daya listrik sebesar 10 watt saja, sehingga biaya tagihan listrik tetap terjangkau. 

Heri mengatakan, dari segi keamanan, Lumnia Slim telah lolos uji Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang merupakan metode berbasis sains untuk mengidentifikasi risiko bahaya dan tindakan untuk memastikan keamanan dari produk yang diproduksi. Ini dikarenakan metode penangkapan lalat oleh Lumnia Slim berlangsung dengan aman dan higienis. 

“Produk juga tidak menimbulkan partikel serangga keluar dari unit yang dapat berbahaya bagi manusia maupun produk lainnya,” terangnya. 

Lumnia Slim juga dirancang dengan desain stylish yang elegan. Unit ini dirancang untuk digunakan di lokasi kafe, bar, restoran, coffee shop, maupun area resepsionis. Tampilan hitam, atau kombinasi warna putih bernuansa kayu pada Lumnia Slim dapat melengkapi dekorasi interior bernuansa modern, sehingga akan meningkatkan nilai estetika dalam suatu ruangan. 

Pengalaman menggunakan Lumnia Slim juga dirasakan oleh Rungke, pemilik dari coffee shop “Kupi Mulo” yang terletak di daerah Bekasi Timur. Wanita yang menekuni bisnis kopi tradisional Gayo ini mengatakan, dirinya tidak khawatir lagi terhadap gangguan lalat setelah memakai unit ini. 

“Tentunya penting untuk meraih kenyamanan pelanggan saya tanpa ada gangguan hama, termasuk lalat. Pas kebetulan saya browsing di website Rentokil, saya berpikir Lumnia Slim akan cocok untuk ditaruh di tempat saya karena hemat listrik dan bisa mempercantik area coffee shop saya” ujar wanita asal Aceh ini menambahkan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT