12 January 2022, 16:31 WIB

Aplikasi Investasi Pluang Raih Pendanaan Tambahan Senilai USD 55 Juta


mediaindonesia.com | Teknologi

PLUANG, aplikasi investasi fraksional terlengkap yang kini menjadi salah satu perusahaan rintisan wealth tech dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, telah meraih pendanaan USD 55 juta yang dipimpin oleh Accel.

Putaran investasi ini merupakan lanjutan pendanaan seri B yang diumumkan sebelumnya, sehingga Pluang kini telah mengantongi total pendanaan sebesar US$110 juta sepanjang tahun 2021.

Selain Accel, investor yang terlibat dalam putaran investasi kali ini adalah Trung Nguyen, Andy Ho, Aleksander Leonard Larsen, dan Jeffrey Zirlin (pendiri Axie Infinity), Alexa von Tobel (mantan CEO Learnvest), Daniela Binatti (CTO Pismo), Jannick Malling dan Leif Abraham (Co-CEO Public.com), Raghu Yarlagadda (CEO FalconX), Sergio Jimenez (CEO Flink), The Chainsmokers, BRI Ventures, Gold House, beserta investor Pluang sebelumnya yang terdiri  dari Square Peg, Go-Ventures, UOB Venture Management, dan OpenspaceVentures.

Dengan pendanaan ini, Pluang berkomitmen untuk terus memudahkan dan membuka akses investasi di beragam kelas aset seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia terlepas dari latar belakang dan tingkat pendapatannya.

Aksi korporasi ini didasarkan atas tingginya tingkat penetrasi internet dan penggunaan ponsel pintar di Indonesia, sehingga ekonomi digital Indonesia ke depan mampu bertumbuh sangat cepat berkat pemanfaatan teknologi informasi.

Apalagi, nilai tabungan per kapita Indonesia diramal akan berlipat ganda selama satu dekade berikutnya, sehingga investor pemula memiliki kesempatan besar untuk mengelola uangnya secara lebih bijak dengan memanfaatkan teknologi finansialterkini.

“Menyediakan akses yang mudah secara digital ke berbagai produk investasi adalah kunci utama dalam meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara,” kata Claudia Kolonas, Co-Founder Pluang dalam keterangan pers, Rabu (12/1).

“Akses terhadap beragam kelas aset investasi yang saat ini tersedia di Pluang di masa lalu hanya dapat diperoleh oleh kalangan tertentu dan berkecukupan," jelasnya.

"Sementara itu, kalangan populasi lainnya masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah dan hanya memiliki pilihan investasi yang sangat terbatas," ucap Claudia.

"Dengan pendanaan tambahan ini, tim kami bisa mempercepat momentum dan menyediakan alat, sumber daya, pengetahuan, serta wawasan yang diperlukan agar lebih banyak masyarakat mampu menciptakan kekayaan jangka panjang,"  tuturnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT