10 January 2022, 13:58 WIB

Ecomobi Jadi Platform Pemasaran Afiliasi Terkemuka di Asia Tenggara


mediaindonesia.com |

MENGHADAPI beratnya krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, Ecomobi, usaha rintisan atau startup terkemuka di segmen pemasaran afiliasi, sukses tercantum dalam 'golden table' dengan berbagai pencapaian luar biasa.

Ecomobi menghasilkan lebih dari 17 juta pemesanan, gross merchandise value (GMV) total mencapai US$ 170 juta pada 2021, GMV di Indonesia mencapai US$ 42 juta, sementara, dan Thailand mencapai US$ 45 juta.

Pada tahun yang sama, 89 ribu konten kreator baru di lima negara Asia Tenggara telah bergabung dalam Ecomobi Social Selling Platform.

Sebanyak 25.000 konten kreator ini berasal dari Indonesia, dan 27.000 konten kreator dari Thailand.

Perlu diketahui bahwa pemasaran afiliasi affliate marketing adalah jenis pemasaran yang mengacu pada efisiensi.

Pemasaran afiliasi merupakan proses yang melibatkan pihak afiliasi/kreator konten (KOL/KOC) mempromosikan produk dan layanan bisnis lewat media sosial mereka, seperti Facebook/ Instagram/ Tiktok dan lain-lain.

Kalangan ini lalu menerima komisi jika penjualan atau konversi terjadi, seperti klik pada tautan produk.

Lewat program Ecomobi Affiliate, KOL, Pemengaruh ("Influencer") mudah memperoleh pendapatan pasif dengan membuat konten kreatif yang memenuhi persyaratan guna menarik minat penggemarnya.

Tumbuh di tengah pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah mempersulit kanal-kanal distribusi dan bisnis ritel luring. Agar "bertahan", pelaku usaha harus beradaptasi secara fleksibel, memprioritaskan aktivitas pembelian daring, dan menggencarkan promosi pemasaran pada platform e-commerce.

Berkat pengaruh luas dan kemampuannya meyakinkan konsumen untuk membeli produk atau layanan, kreator konten (KOL, KOC) telah menjadi mitra penjualan potensial bagi seluruh pelaku usaha di era media sosial, dari Facebook, Youtube, Instagram, hingga TikTok.

"Ecomobi memiliki ekosistem yang mencakup lebih dari 2.000 mitra merek di Asia Tenggara, lebih dari 90 juta produk, beragam program pemasaran, dan komisi menarik," ujar Truong Cong Thanh, CEO, Ecomobi pada keterangan pers, Senin (10/1).

"Kami memberikan nilai tertinggi kepada KOL, KOC, di pasar lewat platform teknologi inovatif, model bisnis yang tepat sasaran dan trendi, serta otomatis. Ecomobi mengarahkan kreator konten agar menjadi duta merek," kata Truong.

Hanya dalam tiga bulan terakhir pada 2021, sistem Ecomobi Social Selling Platform meraih lebih dari 12.000 registrasi baru dari Indonesia, dan lebih dari 13.000 registrasi baru dari Thailand, setara dengan hampir 50% jumlah registrasi baru Ecomobi di Asia Tenggara (51.000 kali).

"Angka ini meningkat dua kali lipat dari pertumbuhan Triwulan III-2021, bahkan tujuh kali lipat lebih besar dari Semester I-2021,"  papar Truong.

Pada Semester IV-2021, Ecomobi juga membuat banyak rekor penjualan dan pemesanan. Lebih dari 142 juta orang telah berkunjung ke situs Ecomobi, mencatatkan lebih dari 5,9 juta pemesanan dan pendapatan senilai US$ 60 juta.

Bulan terakhir 2021 bahkan menjadi bulan pertama bagi Ecomobi menghasilkan lebih dari 2,2 juta pemesanan, hanya dalam 30 hari.

Kinerja tersebut menjadi pencapaian yang sangat penting, membuktikan pertumbuhan positif platform afiliasi pemasaran terkemuka ini bagi komunitas kreator konten di Asia Tenggara.

Tahun 2021 telah berakhir, dan 2022 akan menghadirkan terobosan baru. Saat memaparkan rencana pada 2022, CEO, Ecomobi, Truong Cong Thanh, mengatakan, "Pada 2022, Ecomobi akan meluncurkan platform teknologi terbaru. Platform ini tak hanya membantu KOL, KOC meningkatkan pendapatan dari pemasaran Afiliasi, atau menerima pemesanan dari berbagai merek, dan lain-lain."

"Namun juga menghadirkan cara-cara baru untuk menghasilkan uang di internet dari penggemar mereka sendiri lewat jaringan media sosial. Misi Ecomobi adalah membantu kreator konten mewujudkan potensi tanpa batas, menghasilkan pendapatan dari setiap minat dan keunggulan diri." jelasnya.

Dalam waktu dekat, Ecomobi akan mengembangkan pasar-pasar e-commerce potensial lainnya, seperti Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Ecomobi juga mengembangkan jaringan KOL dan KOC sebagai social seller bagi berbagai merek. M

erek-merek ini akan menjadi batu loncatan bagi Ecomobi untuk membuat pencapaian baru. Pada 2022, Ecomobi akan berinvestasi pada SDM bermutu di setiap pasar sehingga kreator konten menerima dukungan dan pelatihan terbaik.

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan kendala besar, menyebabkan banyak usaha rintisan terpaksa "gulung tikar".

Dengan begitu, Ecomobi menyadari cara menangkap peluang dan bertransformasi secara tepat waktu.

Kedua hal ini pun ikut menempatkan Ecomobi Social Selling Platform dalam jajaran usaha rintisan terkemuka dengan laju pertumbuhan yang luar biasa.

"Target 2022, Ecomobi Social Selling Platform mampu melayani lebih dari 150 ribu KOL dan KOC secara otomatis di seluruh Asia Tenggara lewat platform teknologi yang baik, serta model bisnis baru," jelasnya. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT