06 December 2021, 23:21 WIB

TKO Summit Bahas Pengembangan Ekosistem Blockchain Indonesia


Ghani Nurcahyadi | Teknologi

THE Kripto Odyssey (TKO) Summit 2021 yang digelar Tokocrypto membahas berbagai aspek manfaat dari ekosistem kripto, blockchain, DeFi, GameFi, hingga NFT (Non-fungible token).

"Kami ingin fokus membangun ekosistem dengan menekankan inklusivitas dan inovasi, yang pada akhirnya mendukung perekonomian dengan dukungan web 3.0,” kata CEO Tokocrypto Pang Xue Kai pada TKO Summit 2021 dalam siaran pers, Senin.

"Inti dari pembangunan ekosistem kami adalah secara efektif memanfaatkan potensi dari blockchain untuk memenuhi tujuan mendasar, yaitu meningkatkan kualitas hidup dengan membuat fungsinya mudah digunakan semua orang,” kata Pang Xue Kai.

Dalam satu sesi, TKO Summit 2021 membahas soal penting teknologi blockchain dalam membantu mengatasi perang melawan pandemi Covid-19 dan industri kesehatan.

Diskusi itu dimoderasi Ken Nizam dari Asia Token Fund bersama tiga panelis yakni Chia Hock Lai (Chairman of the ASEAN Blockchain Consortium), Juan Otero (Co-Founder dan CEO platform Travala.com) dan COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda.

Baca juga : Ini 5 Tips Penting Bagi Startup Agar Produknya Sesuai Kebutuhan Pasar

“Blockchain dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyimpan data riwayat kesehatan pasien, mentransfer data secara aman, mengelola rantai pasokan peralatan medis dan obat-obatan, dan membantu peneliti dalam pengolahan kode genetik. Hal-hal ini penting untuk mengantisipasi dan menangani dampak buruk pandemi dengan cepat," kata Teguh Kurniawan Harmanda.

Pada sesi lainya, TKO Summit membahas masa depan cryptocurrency yang akan memasuki era DeFi, GameFi, Tokenization Aset yang akan mengarah ke Metaverse NFT. Diskusi itu juga membahas bagaimana DeFi mendorong pemanfaatan dunia NFT di luar konsep exchange.

Co-Founder YGGSE Asia dan Country Manager YGGSEA Indonesia Irene Umar, mengatakan GameFi dan perkembangan teknologi lainnya dapat mengubah hobi menjadi pekerjaan yang menguntungkan.

"Game akan menjadi pekerjaan. Itu adalah pekerjaan di mana Anda akan mendapatkan penghasilan," kata Irene Umar. (Ant/OL-7) 

BERITA TERKAIT