24 November 2021, 21:17 WIB

NASA Luncurkan Pesawat untuk Tendang Asteroid dari Jalur Mengancam


Mediaindonesia.com | Teknologi

SUATU misi NASA yang ingin sengaja menabrakkan pesawat ruang angkasa ke asteroid diluncurkan, Selasa (23/11) dari California. Ini merupakan uji coba jika umat manusia perlu menghentikan batu ruang angkasa raksasa yang diperkirakan dapat memusnahkan kehidupan di Bumi.

Ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah. DART (Double Asteroid Redirection Test) ialah eksperimen pembuktian konsep yang nyata bertujuan sedikit mengubah lintasan asteroid Dimorphos.

Roket SpaceX yang membawa pesawat ruang angkasa misi lepas landas pada pukul 22.21 Waktu Pasifik, Selasa, dari Vandenberg Space Force Base. "Asteroid Dimorphos, kami datang untukmu!" NASA tweeted setelah peluncuran sambil menambahkan pesawat ruang angkasa DART telah berhasil dipisahkan dari roket pada tahap kedua.

"Kami telah menerima sinyal pertama kami dari #DARTMission yang akan terus meluncurkan susunan surya dalam beberapa jam mendatang dan bersiap untuk perjalanan satu arah selama 10 bulan menuju asteroid," tambahnya.

Dimorphos alah bulan kecil dengan lebar sekitar 525 kaki (160 meter atau dua Patung Liberty). Ia mengelilingi asteroid yang jauh lebih besar bernama Didymos (diameter 2.500 kaki). Pasangan ini mengorbit Matahari bersama-sama. Dampaknya akan terjadi pada musim gugur 2022, ketika sistem asteroid biner berjarak 6,8 juta mil (11 juta kilometer) dari Bumi.

"Yang kami coba pelajari yaitu cara menangkis ancaman," kata ilmuwan top NASA Thomas Zuburchen tentang proyek senilai US$330 juta itu, pertama dari jenisnya.

Untuk lebih jelasnya, asteroid yang dimaksud tidak menimbulkan risiko bagi planet kita. Tapi mereka termasuk dalam kelas benda yang dikenal sebagai Near-Earth Objects (NEOs) yang mendekat dalam jarak 30 juta mil.

Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA paling tertarik pada benda angkasa berukuran lebih dari 460 kaki. Ukuran ini memiliki potensi untuk meratakan seluruh kota atau wilayah dengan energi berkali-kali lipat dari bom nuklir rata-rata.

Baca juga: Ilmuwan AS dan Australia Sedang Mencari Planet Mirip Bumi yang Layak Huni

Ada 10.000 asteroid dekat Bumi yang diketahui berukuran 460 kaki atau lebih, tetapi tidak ada yang memiliki peluang signifikan untuk menabrak dalam 100 tahun ke depan. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT