20 November 2021, 10:07 WIB

Peran Automasi Kian Signifikan Optimalkan Bisnis


Siswantini Suryandari | Teknologi

UiPath penyedia peranti lunak terkemuka global di bidang automasi untuk perusahaan, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kesuksesan terselenggaranya transformasi digital bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dengan menghadirkan solusi Robotic Process Automation (RPA).

Hal ini selaras dengan makin signifikan perana utomasi berbasis robotik dalam merampingkan alur kerja di perusahaan. Sekaligus  menjadikan fleksibel, responsif, dan menguntungkan dari segi bisnis.

"Automasi proses berbasis robotik atau RPA punya peran yang kian signifikan sebagai enable rutama  bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, peran, hingga tingkat kepuasan karyawan dengan memangkas beban tugas-tugas yang menjadi rutinitas keseharian mereka di perusahaan," kata Wen Ming Wong, Vice President UiPath Southeast Asia dalam webinar digelar Jumat (19/11).

"Menurut penuturan responden yang terdiri dari para eksekutif global, 63% sepakat bahwa RPA merupakan komponen penting dalam proses transformasi digital. Sedangkan 57% dari mereka mengatakan RPA bisa memangkas hingga kesalahan-kesalahan dalam proses manual. RPA mendorong pertumbuhan bisnis secara cepat dan signifikan di lintas sektor di seluruh dunia," lanjutnya.

Teknologi ini dengan sigap bisa menyelaraskan kebutuhan perusahaan untuk menggenjot kinerja akibat munculnya lonjakan kebutuhan yang tiba-tiba. Sebanyak 93% sepakat bahwa RPA mampu memenuhi kelaikan yang disyaratkan. Sementara itu, 68% karyawan mengatakan bahwa proses automasi justru akan membuat mereka kian produktif.

Peran RPA kini makin kritikal sebagai katalisator bagi suksesnya perjalanan transformasi digital di perusahaan-perusahaan, termasuk yang ada di Indonesia. Sekaligus dalam mendukung mereka meraih kesuksesan bisnis di era digital yang kian berkembang pesat saat ini.

Riset prediksikan di 2025, adopsi UiPath bisa menmdorong pertumbuhan mencapai $55 miliar dalam setahun,  peluang pendapatan bagi ekosistem meningkat tiga kali lipat hingga $51,2 miliar.

UiPath menyitir riset terbaru IDC mengenai besarnya kontribusi solusi RPA UiPath bagi perekonomian global. Dalam buku putih IDC bertajuk, "The Economic Impact of UiPath Robotic Process Automation" disebutkan bahwa pengadopsian software RPA diharapkan akan turut memacu pertumbuhan bisnis pelanggan UiPath dengan cepat. Dari sekitar $7 milar di seluruh dunia di 2021 meningkat menjadi $55 miliar di 2025.

Lonjakan pertumbuhan ini sebagian disebabkan oleh munculnya lapangan kerja baru. IDC memprediksikan bahwa di 2025, sebanyak 73 juta lapangan kerja baru akan tercipta akibat pengadopsian UiPath RPA.

“Saat ini, baru 7% pekerja dengan kecapakan digital yang merasakan manfaat dari penggunaan RPA ini. Dengan laju pengadopsian seperti yang tertuang dalam studi ini, maka angka ini diprediksikan akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk sekitar 70% per tahun dari 2020-2025 atau dengan kata lain mencapai 10% pekerja. Bahkan dengan pertumbuhan pengadopsian RPA yang jauh dari mencapai titik patahan kurva pertumbuhan," ucap Maureen Fleming, IDC’s program vice president of intelligent process automation research.

Riset ini menunjukkan bahwa pendapatan yang dicapai bisnis dari pengadopsian RPA sudah menyentuh angka jutaan dollar, berhasil menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Serta membuka peluang bernilai miliaran dollar bagi ekosistem.

Di samping mengautomasi proses-proses manual dalam pekerjaan, RPA juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan terciptanya lapangan-lapangan kerja baru di pasar-pasar yang tengah bertumbuh.

IDC mengestimasikan ada dua lapangan kerja baru untuk setiap pekerjaan yang tergantikan oleh RPA, dan bila berdasarkan pada bagaimana teknologi RPA ini berkembang pesat, rasio ini juga bisa berubah seiring waktu, muncul empat pekerjaan baru untuk setiap satu pekerjaan yang tergantikan.

Dengan automasi, terbuka peluang besar menapaki karir-karir baru. Makin gencarnya transformasi digital membuat perusahaan, mau tak mau, harus meningkatkan skill karyawan mengenai RPA untuk mengoptimalkan produktivitas dan inovasi dari terselenggaranya automasi di perusahaan.

Menurut riset UiPath, 68% pekerja dengan skill di atas rata-rata kini memperoleh gaji lebih tinggi dari sebelum ya dan 57% naik jabatan dan peran di perusahaan. Dan ada penambahan tenaga kerja di perusahaan sebagai dampak dari pengadopsian RPA, 50% berasal dari karyawan baru dan 50% lainnya berasal dari karyawan yang ada namundengan peningkatan skill baru.

"Automasi optimalkan produktivitas karyawan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada tugas-tugas substansial lainnya, seperti hal-hal strategis, mengasah kreativitas, dan makin kolaboratif," terang  Wen Ming Wong.

Setiap kemunculan teknologi-teknologi barulainnya, RPA dan AI akan mampu mencetak lapangan-lapangan kerja baru. Bahkan ini sudah berlangsung.

"Untuk itulah penting bagi perusahaan untuk segera melatih dan membuka jalan menuju pengadopsian automasi maupun teknologi-teknologi digital lainnya agar dapat mencetak SDM karyawan yang kiancakap dan makin antusias dalam berkarya," lanjutnya.

baca juga: TikTok Shopping 11.11 Hasikan Kenaikan GMV hingga 439%. Ria Ricis Livestreamer Terpopuler


PT Drife Solusi Integrasi menjadi komunitas terbaik UiPath tahun ini di kawasan Asia Pasifik dan Jepang.

Kartika Sari, CEO PT Drife Solusi Integrasi menuturkan perusahaannya melihat UiPath punya produk dan prinsipal yang  luar biasa dalam berkolaborasi mewujudkan mimpi. "Tentu merupakan kehormatan bagi kami menerima penghargaan yang sungguh luar biasa ini. Kami berharap untuk dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan UiPath untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang lebih besar lagi ke depan," kata Kartika Sari.


Selain itu, UiPath juga menganugerahkan Visionary Educator 2021 kepada Kris Sujatmoko dari Universitas Telkom di Bandung, melalui UiPath Academic Alliance. Kris merupakan Associcate UiPath Certified Professional (UiRPA) telah berlabuh bersama program tersebut selama duatahun. Ia memperkenalkan RPA kepada lebih dari ribuan mahasiswa Universitas Telkom, tempat ia mengajar. (N-1)

BERITA TERKAIT