02 November 2021, 06:15 WIB

Mantan Karyawan Kritik Perubahan Nama Facebook Jadi Meta


Basuki Eka Purnama | Teknologi

MANTAN karyawan Frances Haugen melontarkan kritik keras terhadap perubahan nama Facebook menjadi Meta dengan menuding perusahaan itu kembali memprioritaskan ekspansi ketimbang keamanan para penggunannya.

Haugen, yang membocorkan sejumlah dokumen internal yang memicu kritik keras terhadap Facebook, juga meminta agar Mark Zuckerberg mundur dari Facebook.

Berbicara dalam konferensi teknologi Web Summit di Lisabon, Haugen mengatakan tidak bisa diterima Facebook memilih mendahulukan ambisi mereka mengembangkan metaverse, versi realitas virtual di internet, ketimbang mengatasi masalah yang ada.

Baca juga: Mark Zuckerberg Umumkan Facebook Rebranding Menjadi Meta

"Kembali lagi Facebook memiliki melakukan ekspansi ke area baru ketimbang mengatasi apa yang terjadi dalam diri mereka," ujar Haugen.

"Ketimbang berinvestasi untuk memastikan platform mereka aman, mereka memutuskan menginvestasikan 10 ribu karyawan untuk gim video," lanjutnya.

Facebook, bulan lalu, mengumumkan akan mempekerjakan 10 ribu karyawan baru di Eropa selama 5 tahun ke depan untuk membangun metaverse, yang akan menggunakan realitas virtual untuk membuat pengalaman daring, seperti chatting atau menonton konser, terasa sungguhan.

Pekan lalu, Facebook mengumumkan mengubah nama perusahaan induk mereka menjadi Meta sebagai lambang perubahan fokus mereka.

Kritik menuding aksi itu sebagai upaya pengalihan perhatian dari terpukulnya reputasi Facebook akibat dokumen yang dibocorkan Haugen.

Facebook Papers menunjukkan bahwa eksekutif Facebook mengetahui berbagai kerusakan yang ditimbulkan, termasuk penyebaran ujaran kebencian di negara berkembang serta pengaruh Instagram pada kesehatan mental remaja.

Haugen juga menuding Facebook mengabaikan kekhawatiran pekerja mereka demi meraih keuntungan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT