27 October 2021, 05:45 WIB

Snapchat dan Tiktok Bela Diri di Depan DPR AS


Basuki Eka Purnama | Teknologi

DUA media sosial, yang populer di mata pengguna muda, Snapchat dan Tiktok, Selasa (26/10), berusaha meyakinkan anggota DPR Amerika Serikat (AS) bahwa platform mereka aman saat kekhawatiran mengenai keamanan Facebook mempegaruhi pandangan terhadap platform lain.

Snapchat dan Tiktok, dalam kesaksian pertama mereka di hadapan anggota DPR AS, mengaku platform mereka dibangun untuk melindungi para pengguna dari ancaman kesehatan mental dan masalah keamanan yang ada di media sosial.

"Pembelaan kalian adalah 'kami berbeda dari Facebook'. Itu adalah pembelaan yang tidak memadai," ujar Senator AS Richard Blumenthal.

"Semua yang kalian lakukan bertujuan menambah pengguna, terutama anak-anak," lanjutnya.

Baca juga: Facebook Laporkan Kenaikan Laba di Tengah Kontroversi Facebook Papers

Setelah Facebook dituding tidak bertindak meski mengetahui platform mereka berbahaya, media sosial lainnya juga harus menghadapi masalah keamanan serupa.

"Snapchat dibuat sebagai antidot bagi media sosial," ujar Wakil Presiden Snapchat untuk kebijakan publik Jennifer Stout, sembari menggarisbawahi bahwa gambar yang diunggah ke platform itu akan terhapus dengan sendirinya.

Stout juga menegaskan Snapchat tengah berusaha mengatasi masalah penjualan narkoba yang marak di platform itu.

Tiktok, yang September lalu mengaku memiliki 1 miliar pengguna aktif, menegaskan mereka berbeda dari media sosial lainnya.

"Tiktok bukanlah jaringan sosial berdasarkan pengikut. Anda menonton Tiktok dan Anda berkreasi di Tiktok," ungkap Kepala Kebijakan Publik Tiktok di AS Michael Beckerman.

Namun, Tiktok dikritik karena algoritma mereka menghadirkan konten ke anak-anak yang mendorong, misalnya, upaya penurunan berat badan dengan cara yang berbahaya hingga tantangan viral untuk merusak peralatan sekolah. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT