16 October 2021, 15:10 WIB

Dmax Defo Teknologi Blockchain Hapus Perantara dalam Transaksi Valas


Mediaindonesia.com | Teknologi

INDUSTRI valuta asing (forex) mewakili pasar pertukaran aset global tunggal terbesar. Rata-rata volume perdagangan hariannya mencapai US$6,6 triliun sesuai dengan catatan Bank for International Settlements.

Itu disampaikan CEO dari Dmax Finance Lea Thuy. "Forex saat ini diperdagangkan di jaringan pedagang, bank, pialang, dan market makers. Perdagangan internasional inilah yang membantu menjadikan forex sebagai pasar teraktif terbesar dan diperdagangkan 24 jam sehari dengan sesi perdagangan yang berbeda, membuka dan menutup secara bersamaan di seluruh dunia," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (16/10).

Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi para pelaku pasar seperti waktu penyelesaian yang lama karena melalui perantara, biaya transaksi yang besar, dan berbagai risiko baik dari volatilitas, leverage, likuiditas, maupun pihak lawan. Karena itu, pihaknya menghadirkan teknologi blockchain yang bisa menghilangkan masalah-masalah di atas. Dmax Defo merevolusi layanan keuangan dengan menghilangkan kebutuhan terhadap perantara.

"Katakanlah transaksi tradisional, seperti saya ingin pergi ke Eropa akan menukarkan 50 euro atau harus membeli franc Swiss atau saya ingin transaksi saham berbasis euro atau pound Inggris karena saya ingin memperdagangkannya di bursa domestik mereka," jelas Lea. Di antara dia dan transaksi itu ada pedagang FX. Pedagang mata uang ini akan memotong dananya setiap kali membeli dan menjual. 

Di sinilah Defo dapat membawa kita ke sistem pembayaran yang instan, bolak-balik melakukan transaksi, atau bahkan memperdagangkan franc Swiss 50 kali sehari dengan nol biaya. "Itulah misi saya dalam hidup untuk membantu mereka melakukan transaksi forex yang instan menggunakan Dmax Defo," ungkap Lea.

Dmax Defo menggunakan teknologi blockchain yang menghapus perantara saat bertransaksi valas. Tidak ada aktor di tengah itu membuat aktivitas berjalan menjadi lebih cepat, murah, efisien, serta aman. Lea menjelaskan sistem keuangan terdesentralisasi pada intinya memungkinkan pembeli, pemberi pinjaman, dan peminjam, antara lain dapat berinteraksi dengan satu sama lain tanpa melibatkan diri mereka dengan perantara seperti bank, perusahaan, dan institusi.

Dmax Defo dibangun di atas binance smart chain, platform kripto nomor satu terbesar di dunia. Penggunaannya untuk kontrak pintar yakni beroperasi mandiri untuk fasilitas kontrak serta transaksi.

Kelebihan Dmax Defo salah satunya yakni on-chain solution yang hadir sebagai solusi untuk masalah-masalah sistem perdagangan forex tradisional dengan memanfaatkan kekuatan binance smart chain sebagai teknologi blockchain dengan rendah biaya transaksi jaringan dan eksekusi lebih cepat. Ada pula Defi Amm-Dex sebagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berjalan pada protokol BSC dan dikategorikan sebagai Amm Dex (pembuat pasar otomatis-pertukaran terdesentralisasi).

Keunggulannya lagi yaitu punya decentralized infrastructure. Berbeda dengan sistem perdagangan forex tradisional yaitu terpusat dan dijalankan di server perusahaan/bank, Amm Dex berjalan di beberapa node yang tergabung dalam BSC jaringan blockchain. Terakhir, decentralized forex karena sistem ini hanya fokus pada dukungan Fiat Swap Stablecoin (USDC, EURS, TGBP, JPYC, dan XCHF) untuk perdagangan valas. (OL-14)

BERITA TERKAIT