29 September 2021, 22:46 WIB

Dorong Gim Lokal Mendunia, Kemenparekraf Dukung Wakil RI di Tokyo Game Show 


Insi Nanrika Jelita | Teknologi

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung partisipasi Indonesia di ajang Tokyo Game Show (TGS) 2021 sebagai salah satu upaya mendorong industri gim lokal mendunia. 

Tokyo Game Show merupakan event pameran dagang serta eksibisi gim terkemuka di dunia yang akan dilaksanakan pada 30 September-3 Oktober 2021. Event itu dianggap benchmark bagi penyelenggaraan event serupa di kawasan dunia lain dan konten di dalamnya kerap menjadi barometer perkembangan industri gim global. 

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya, mengatakan, partisipasi Indonesia merupakan salah satu strategi utama pihaknya dalam memajukan industri gim melalui pembukaan akses pasar seluas-luasnya bagi industri gim ndonesia. 

“Kami percaya bahwa potensi gim lokal atau buatan Indonesia sangatlah besar untuk dapat dilirik dunia sebagai produk digital ekonomi kreatif unggulan asal Indonesia," kata Nia Niscaya dalam keterangannya, Rabu (29/9). 

Sebanyak 19 peserta delegasi Indonesia akan menampilkan karya-karya terbaiknya dalam bidang game developing, game publishing, dan game service di pentas salah satu pameran dagang serta eksibisi video game terbesar dan terkemuka di dunia. 

Seluruh peserta bakal mengikuti kegiatan business to business (B2B) meeting melalui Business Matching System yang disediakan oleh TGS. Sejumlah produk gim Indonesia juga akan ditampilkan di dalam Exhibitor Showroom TGS yang memuat paviliun virtual Archipelageek by Indonesia Goes to Tokyo Game Show 2021. 

Baca juga : HUT ke-5, Mobile Legends Gelar Legend Assemble Hadirkan Pertarungan Antara Pro Player 

Selain itu, para delegasi juga akan diberikan akses untuk berpartisipasi dalam kegiatan MeetToMatch-The Tokyo Edition 2021, sebuah platform independen yang diselenggarakan bersamaan dengan event TGS, yang akan mempertemukan para delegasi dengan pelaku bisnis internasional. 

Partisipasi Indonesia di event ini juga didukung oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang. 

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang, merangkap Federasi Mikronesia Heri Akhmadi berharap, kesempatan ini dapat dimaksimalkan seluruh delegasi yang terlibat. 

“Event (Tokyo Game Show) ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta untuk dapat meningkatkan profil serta bisnis dari industri game Indonesia secara umum,” pungkasnya. 

Kemenparekraf menyebut, industri gim bisa menjadi modal tersendiri bagi kebangkitan subsektor ekonomi kreatif di tengah pandemi. Terlebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia, aplikasi dan permainan (im) pada 2020 menempati posisi ke-7 penyumbang terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif Indonesia. 

Nominal industri itu mencapai Rp24,88 triliun atau sekitar 2,19% sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional. (OL-7)

BERITA TERKAIT