29 September 2021, 16:50 WIB

Perusahaan Telekomunikasi Indonesia Manfaatkan Limpahan Data dengan Cloudera


Mediaindonesia.com | Teknologi

KEHADIRAN teknologi 5G dan perubahan perilaku pelanggan karena pandemi covid-19 menghadirkan peluang bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk menata ulang dan memberikan layanan yang melampaui penyediaan konektivitas yang selama ini mereka tawarkan. Berdasarkan data Kearney, Indonesia diprediksi akan meraih pangsa terbesar dari potensi layanan 5G di ASEAN yang akan menambah masing-masing hingga 9% dan 22% dari pendapatan konsumen dan perusahaan pada 2025. 

Kendati demikian, menangkap peluang dari kehadiran 5G dan pelanggan baru mengharuskan perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber baru, menganalisanya, dan menggunakan insight yang didapat untuk mengoptimalkan operasional mereka dan menghadirkan layanan-layanan yang inovatif. Untuk mengubah manajemen data dan strategi analitik mereka di era bisnis yang berbasis data ini, perusahaan-perusahaan telekomunikasi membutuhkan platform yang multi-fungsi, terbuka, dan bersifat end-to-end yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan enterprise data insight yang dibutuhkan untuk mendorong nilai bisnis ke berbagai use case penting.

"Indonesia diharapkan dapat meraih pangsa terbesar dari potensi layanan 5G di ASEAN. Kami memperkirakan bahwa penyedia telekomunikasi terkemuka yang telah menawarkan layanan 5G di negara ini akan segera memperluas jaringan 5G mereka ke lebih banyak wilayah untuk menghadirkan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan konektivitas lebih andal yang dapat ditawarkan 5G ke bisnis dan konsumen yang lebih luas di seluruh negeri," kata Fanly Tanto, Country Manager for Indonesia Cloudera. 

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi, kata Fanly, merupakan salah satu agregator data terbesar. Hal ini akan terus berlanjut mengingat aplikasi-aplikasi 5G akan memicu arus masuknya data. Namun, mereka terus ditantang proses yang rumit dari pengelolaan dan monetisasi data tersebut secara efektif. "Dengan edge-to-AI enterprise data cloud Cloudera, kami melihat perusahaan-perusahaan telekomunikasi memanfaatkan real time insight untuk mengakselerasi pengambilan keputusan yang meningkatkan pendapatan, dan menggali keunggulan-keunggulan baru yang kompetitif," tuturnya.

Pakar teknologi informasi dan pendiri Indonesian Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan tahun ini Indonesia memasuki babak baru pengadopsian teknologi seluler dengan hadirnya 5G. "Teknologi 5G memberikan banyak keuntungan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses internet berkecepatan tinggi yang telah menemukan momentumnya sejak pandemi tahun lalu. Adopsi 5G oleh operator telekomunikasi akan membuat operator semakin kuat posisinya sebagai data agregator yang tentu akan mendukung era data driven."

Cloudera juga baru-baru ini mengumumkan keanggotaan mereka di TM Forum, asosiasi global yang mendorong kolaborasi dan transformasi digital di industri jaringan dan komunikasi. Sebagai bagian dari pengembangan dan kolaborasi yang sedang berlangsung dengan berbagai organisasi di bidang telekomunikasi, partisipasi Cloudera akan fokus pada keterlibatan dan dukungan data dan inisiatif AI. Dalam perjalanannya, Cloudera akan mencurahkan keahlian di bidang infrastruktur data untuk memungkinkan terjadinya otomatisasi dan digitalisasi bagi perusahaan-perusahaan level enterprise. Upaya-upaya ini pada akhirnya akan menginformasikan dan mendorong standar industri di sejumlah area seperti IoT dan Smart Cities.

"Keanggotaan Cloudera di TM Forum menunjukkan komitmen untuk memperkuat industri melalui data dan analitik," kata Aaron Boasman-Patel, Vice President AI & Customer Experience di TM Forum. "Ada banyak perkembangan menarik di data dan AI dan tantangan organisasional di berbagai bidang seperti data dan tata kelola AI. Cloudera dapat membantu industri menanganinya. Solusi-solusi inovatif berbasis data yang dikembangkan berkolaborasi dengan penyedia layanan dan anggota solusi lain dapat mendorong kami menaikkan standar keseluruhan industri."

Solusi Cloudera dipakai oleh 10 perusahaan telekomunikasi top dunia. Perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia seperti Telkomsel dan XL Axiata juga menggunakan solusi Cloudera untuk meraih tujuan bisnis dan mendorong pencapaian nilai di kalangan industri telekomunikasi. Melayani lebih dari 164 juta pelanggan, Telkomsel merupakan operator telekomunikasi digital terbesar dan pemimpin pasar di Indonesia yang bercita-cita menjadi penyedia layanan dan solusi gaya hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya. 

Dihadapkan pada luapan data, Telkomsel pertama kali mengimplementasikan platform data Cloudera pada 2015 untuk menyimpan dan mengamankan data dengan biaya efektif. Perusahaan ini kemudian memutuskan untuk mengintegrasikan data dari berbagai departemen menggunakan platform data Cloudera selama bertahun-tahun, sehingga sekarang memiliki satu Single Source of Truth. Hal ini memungkinkan Telkomsel mendapatkan wawasan berharga terkait pelanggan dan jaringan yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Sebagai tambahan, platform data Cloudera memungkinkan perusahaan telekomunikasi menggunakan analitik dan pembelajaran mesin untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait sentimen dan preferensi pelanggan, yang membantu perusahaan menawarkan layanan yang terkostumisasi pada aplikasi mobile.

"Kunci untuk mencapai pertumbuhan yang terus-menerus pada lanskap persaingan saat ini terletak pada kemampuan kami untuk memperluas dan memperdalam hubungan pelanggan," kata Tina Lusiana, VP Business Intelligence and Analytics Telkomsel. "Dengan dukungan mitra yang tangguh, seperti Cloudera, Telkomsel telah meningkatkan kemampuannya untuk memanfaatkan data dalam jumlah yang sangat besar untuk mendapatkan pemahaman lebih terkait pelanggan. Kini, kami dengan yakin dapat memperluas layanan dan mampu menyajikan pengalaman pelanggan yang lebih menarik dan lebih personal.

XL Axiata merupakan salah satu penyedia layanan mobile ternama di Indonesia dengan jumlah pelanggan mendekati 57 juta. Perusahaan ini menawarkan layanan data, suara, SMS, dan layanan digital lain untuk pelanggan ritel dan bisnis di seluruh Indonesia. Untuk mendorong budaya mengandalkan data, perusahaan mengandalkan qbo Insights--tool percakapan self service berbasis AI dari Unscrambl (mitra Cloudera) yang diperkuat platform data Cloudera--untuk mendemokratisasi data dan membuat keputusan berdasarkan insight. Pengguna dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan terkait tool bisnis (seperti pendapatan, jumlah pelanggan, penggunaan dan konsumsi) dalam bahasa Inggris dan mendapatkan insight yang dibutuhkan dalam lima sampai 60 detik tergantung kompleksitas pertanyaan. 

Baca juga: Amazon Luncurkan Astro Robot Patroli di Rumah

Mereka juga dapat melakukan analisis faktor dalam hitungan detik berkat algoritma berbasis pembelajaran mesin dan teknologi AI. Selain menjamin bahwa insight yang disediakan tool tersebut akurat mengingat platform data Cloudera mengonsolidasikan data di keseluruhan organisasi untuk menyediakan satu SSOT. "Tool baru ini berperan penting dalam menumbuhkan budaya mengandalkan data di organisasi kami karena dapat digunakan bahwa oleh pengguna nonteknis untuk memanfaatkan self service analytics dan menghasilkan keputusan berdasarkan insight secara cepat," ujar David Arcelus, Chief Commercial Officer, XL Axiata. Dengan penghematan waktu yang didapat dari kemampuan menyediakan laporan ad-hoc dan actionable insight, pihaknya dapat memanfaatkan lebih banyak waktu pada upaya-upaya meningkatkan pendapatan seperti mengembangkan lebih banyak layanan yang berfokus pada pelanggan. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT