14 September 2021, 14:25 WIB

Manfaatkan Cloud, Startup Berdayakan UMKM di Indonesia


Siswantini Suryandari | Teknologi

PEMANFAATAN teknologi cloud menjadi tren yang akan terus berlanjut dalam mendukung pengelolaan data, kegiatan operasional bisnis, beban kerja, serta kemampuan menghadirkan layanan bisnis inovatif. Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada diskusi bertema peran teknologi dalam mendukung pemberdayaan bisnis mikro bersama Amazon Web Services (AWS), pelaku Startup dan media, Senin (13/9).

Sandiaga berujar kini manfaat cloud tidak hanya dirasakan perusahaan-perusahaan skala besar, namun juga para pelaku usaha mikro dan UMKM. Melalui inovasi-inovasi solusi dan layanan yang dikembangkan Startup, mereka pun bisa dengan mudah go-digital tanpa harus membangun infrastruktur sendiri yang tentunya membutuhkan biaya besar.

"Kebutuhan terhadap cloud akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan akan data ataupun layanan web. Semua kalangan membutuhkan. Mulai dari Ibu Nurjanah yang berjualan nasi uduk di Pasar Rumput, sampai ke istri saya Mbak Nur yang juga punya bisnis berskala UMKM. Mereka membutuhkan digitalisasi yang ditopang oleh teknologi cloud," ujarnya.

Di sinilah menurut Sandiga, teknologi beserta inovasinya berperan dalam meningkatkan kontribusi ekonomi digital sebagai pemampu kemajuan negeri, terbukanya peluang usaha dan kesempatan kerja.

"Penyedia teknologi cloud seperti AWS memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur yang mampu memfasilitasi para startup untuk berinovasi mengembangkan solusi yang dapat dimanfaatkan usaha rumahan atau UMKM untuk go-digital," kata Menparekraf.

Sandiaga menginformasikan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia telah membantu sebanyak 11,7 juta UMKM dalam bertransformasi digital. Inovasi yang dikembangkan para startup di atas teknologi cloud diharapkan akan mengakselerasi digitalisasi sekitar 30 juta UMKM yang hingga 2024 mendatang.

baca juga: Ekonomi Digital

"Kepada para pendiri dan pelaku startup, saya juga berpesan agar kita bersama-sama mencegah pola pertumbuhan ‘K Shape’, di mana yang tumbuh akan terus tumbuh, sementara yang mengalami penurunan akan terus menurun. Tidak ada yang boleh tertinggal. Caranya startup juga harus turut memberdayakan segenap lapisan masyarakat, termasuk UMKM, dan membantu mereka naik kelas lewat pemanfaatan teknologi digital. Niscaya, kita akan bersama mencapai visi Indonesia Emas 2045," pesan Menteri Sandiaga.

Bisnis Kos di saat pandemi

Pembicara lain dalam webinar tersebut adalah Maria Regina Anggit, Founder dan CEO Mamikos. Maria menjelaskan bahwa sejak didirikan pada 2015, Mamikos yang mengembangkan inovasinya di atas teknologi cloud AWS sudah membantu mempertemukan sekitar 6 juta pencari kos setiap bulannya dengan 150 ribu pemilik kos yang tersebar di 300 kota di seluruh Indonesia.

Anggit menjelaskan di awal pandemi hampir seluruh kos-kosan mengalami penurunan tingkat okupansi. Namun, berkat penggunaan teknologi analitik AWS yang mampu melihat tren-tren seputar penyewa, terungkap bahwa sebenarnya potensi pasar yang bisa ditangkap oleh para pemilik kos-kosan masih besar.

Salah satu mitra pemilik kos di Yogyakarta, misalnya, mampu mengembalikan tingkat okupansi dari hanya 20% ke 100% dalam waktu satu bulan saja. Ternyata, data yang ditemukan Mamikos menunjukkan kelebihan penawaran untuk kos wanita, sementara kos pria mengalami kekurangan penawaran. Dengan bantuan Mamikos, mitra pemilik kos pun dapat melakukan transformasi dan mempertahankan bisnisnya.

"Lewat pemanfaatan teknologi analitik AWS, termasuk gudang data berbasis cloud Amazon Redshift, kami bisa membantu memberikan solusi kepada para pemilik kos-kosan untuk menjaga rata-rata tingkat okupansi di angka 70 hingga 75% saat pandemi," ujar Anggit.

 

Dukungan AWS untuk Perkembangan Startup

Merespons seruan Menparekraf agar penyedia teknologi cloud juga turut terlibat dalam mendukung startup berinovasi menciptakan solusi untuk akselerasi digitalisasi, Country Leader Indonesia AWS, Gunawan Susanto mengatakan bahwa pihaknya selama lebih dari 15 tahun telah mendukung startup-startup lintas industri dalam misinya untuk memecahkan berbagai permasalahan.

"Di Indonesia khususnya AWS sangat bangga karena dengan mendukung startup lokal, kami secara tidak langsung juga turut menyumbangkan solusi-solusi kami bagi negeri. Terutama para pelaku UMKM yang harus dimampukan berinovasi dengan teknologi. Bersama, kita akan mengawal visi Indonesia Emas 2045," kata Gunawan.

Ia menambahkan, "Senada dengan Pak Menteri, kami juga setuju bahwa tidak boleh ada konstituen yang tertinggal dalam perjalanan menuju pertumbuhan ekonomi yang teramat pesat bagi Indonesia, baik UMKM, startup, maupun perusahaan kelas enterprise. Sebagai penyedia solusi teknologi, kami pun memahami karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelas usaha dan industri, dan mencoba menggunakan pendekatan yang tepat pula," tuturnya.

Gunawan mengaku bahwa semua pelaku bisnis pada dasarnya bisa berinovasi menggunakan cloud, mulai dari beban kerja yang sederhana seperti komputasi dan penyimpanan hingga pemanfaatan teknologi yang lebih kompleks seperti database, kecerdasan artifisial, dan machine learning.

Beberapa startup lain yang ia contohkan adalah perusahaan P2P lending Kredivo yang menggunakan machine learning untuk pengenalan wajah, otentikasi, dan deteksi tindak penipuan. Serta perusahaan penyedia kesehatan jarak jauh Halodoc yang menggunakan prosesor Graviton2 untuk mengurangi biaya serta machine learning untuk penyensoran gambar-gambar yang berpotensi bersinggungan dengan etika kesopanan.

"Dari segi keamanan, kami menawarkan pilihan infrastruktur dan solusi cloud yang aman bagi startup-startup Indonesia, karena kami telah mengantongi beberapa sertifikasi kepatuhan seperti ISO27001," pungkasnya. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT