14 September 2021, 03:55 WIB

Rey Hadirkan Aplikasi Asuransi dengan Premi Mulai Rp69 Ribu per Bulan


Ghani Nurcahyadi | Teknologi

KESADARAN masyarakat untuk memiliki asuransi kesehatan meningkat di tengah pandemi Covid-19. Namun, akses terhadap produk asuransi masih terbatas Hal itulah yang mendorong Evan Tanotogono dan Bobby Siagian mengembangkan usaha rintisan (startup) aplikasi asuransi Rey (rey.id). 

Asuransi berbasis aplikasi yang memiliki premi dimulai dari Rp69 ribu per bulan itu, memadukan produk asuransi jiwa dan kesehatan yang terintegrasi secara digital. Layanan yang ditawarkan mulai dari pemeriksaan gejala mandiri berbasis kecerdasan buatan, telekonsultasi dengan dokter, hingga pemesanan dan pengiriman obat sesuai resep. 

“Banyak pain points yang kami lihat di industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia yang sifatnya mengakar sehingga pendekatan yang Rey lakukan bukan sekadar mendigitalisasi bagian dari proses yang sudah lama ada melainkan mendesain ulang bagaimana seharusnya asuransi kesehatan, jiwa, dan penyakit kritis ditawarkan di Indonesia,” tutur Evan Tanotogono, CEO Rey. 

Adanya peranan data dan analitik juga ikut berperan meningkatkan kualitas layanan telekonsultasi Rey. Kemampuan data dan analitik akan membantu meningkatkan kenyamanan karena dokter menerima informasi kesehatan menyeluruh dari masing-masing Member. Hasilnya, dokter bisa memberikan layanan yang lebih personal dalam waktu yang relatif lebih singkat dengan diagnosis yang lebih akurat.

Rey juga melengkapi aplikasinya dengan fitur-fitur kebugaran yang dirancang dengan modul reward, yang ditujukan agar Member termotivasi untuk memiliki hidup yang lebih sehat. Dengan adanya fitur kebugaran, Member Rey tidak hanya mendapatkan perlindungan dan perawatan tapi juga pencegahan dari terjadinya risiko kesehatan yang tidak diharapkan tapi dapat menyerang kapan saja. 

Selain melengkapi Rey dengan teknologi, Rey pun menjalin kemitraan strategis dengan pialang asuransi PT Premier Investama Bersama demi memperkuat posisi sebagai perusahaan insurtech. Dari segi pendanaan, Rey telah mendapat dukungan investasi dari investor asing Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) untuk memulai bisnisnya di Indonesia.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan ekosistem kesehatan yang sudah terintegrasi ini agar Member bisa semakin nyaman dalam menikmati layanan kesehatan dan pengalaman berasuransi. Untuk itu, kami memandang lebih besar potensi untuk berkolaborasi dibandingkan berkompetisi,” ujar Evan.

Baca juga : Sicepat Optimalkan TI demi Konsumen Berbuah Penghargaan

Untuk mendapatkan manfaat asuransi dari Rey, calon Member cukup membuka situs Rey.id atau mengunduh aplikasinya di Play Store. Kemudian, calon Member memilih paket langganan (subscription) yang dinginkan di Rey, serupa mendaftar langganan pada layanan streaming favorit. 

Siapa saja bisa menjadi Member Rey selama memenuhi syarat, yakni merupakan Warga Negara Indonesia dalam keadaan sehat yang berusia 18-55 tahun, serta memiliki nomor KTP aktif untuk mendapatkan 1 Membership. 

Saat ini ada 3 paket berlangganan yang ditawarkan oleh Rey, yaitu Basic, Standard, dan Premium. Plan termurah, yaitu Basic, tersedia dengan harga berlangganan Rp69 ribu/bulan atau Rp621 ribu/tahun, dan sudah mencangkup layanan pemeriksaan kesehatan berbasis AI, telekonsultasi dengan dokter umum sepuasnya, pemberian resep obat dari dokter gratis 3 kali/tahun, serta pemeriksaan dokter umum offline gratis 50 kali/tahun.

Sementara untuk paket Standard berada di harga Rp89 ribu/ bulan atau Rp801 ribu/tahun dan Premium di Rp99 ribu/bulan atau Rp891 ribu/tahun. Pada kedua plan ini, manfaat pemberian resep obat meningkat menjadi 25 kali/tahun. Sementara, khusus paket Premium tersedia tambahan manfaat perlindungan asuransi jiwa senilai Rp25 juta.

Setelah mendapatkan polis, Member dapat mengaktifkan akun Rey. Semua Member bisa menikmati fitur dan layanan yang disediakan, mulai dari pengecekan gejala mandiri, telekonsultasi, hingga fitur kebugaran dan reward dengan unlimited access selama 24 jam tanpa biaya tambahan apapun untuk chat dengan dokter umum melalui aplikasi Google Play Store.

Sementara itu, Member Rey yang memerlukan obat juga dapat menggunakan jatah memesan dan mengirim obat melalui aplikasi Rey tanpa adanya biaya tambahan. Jika Member memilih untuk membeli sendiri obat pada apotek sesuai rekomendasi maka hanya perlu mengunggah bukti pembelian ke aplikasi demi mendapatkan penggantian biaya obat dari Rey.

"Member juga bisa memanfaatkan fasilitas perawatan ke dokter umum secara offline di klinik rekanan Rey dan berobat secara cashless. Semua biaya dokter, administrasi berobat, dan biaya obat-obatan yang diresepkan oleh dokter umum di klinik tersebut akan ditanggung seluruh biayanya oleh Rey," pungkas Evan. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT