09 September 2021, 19:53 WIB

Uji Terbang Pesawat CN 235-220 FTB dengan Bioavtur J.24 Berjalan Sukses


Insi Nantika Jelita | Teknologi

UJI terbang pesawat perdana CN 235-220 Flying Test Bed (FTB) berbahan bakar Bioavtur J2.4 dilaporkan berjalan lancar tanpa gangguan apapun.

Project Manager CN 235-220 FTB Eko Budi Santoso menyampaikan berita baik tersebut.

Dia menguraikan, setelah uji terbang perdana, akan dijadwalkan kembali uji terbang dengan ketinggian terbang lebih tinggi dari sebelumnya 10 ribu kaki.

"Alhamdulillah, test flight perdana lancar dan sukses. Setelah test terbang yang dilakukan hari ini, insyaAllah besok (10/9), akan dilakukan uji terbang di ketinggian 16.000 kaki," ucapnya dikutip laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (9/9).

Dia memaparkan, uji terbang pertama pesawat CN 235-220 FTB itu menggunakan bahan bakar bioavtur di engine kanan. Test terbang hari ini pun disebut memakan waktu lama terbang 1 jam 20 menit di ketinggian 10 ribu kaki, sesuai test squence di sekitar Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami belum menganalisa efisiensi bioavtur, umumnya kalau pakai Avtur Jet A-1, per jam sekitar 225-250 liter," tambah Eko.

Sementara, Kapten Adi Budi Atmoko, Pilot Tim Penguji mengatakan bahwa flight test telah terlaksana 100% dengan hasil seluruhnya dalam keadaan normal dan masuk ke dalam limitasi tidak ada engine surge atau flameout.

Adi menjelaskan, pengujian diawali start engine kiri dan kanan semua parameter engine normal, kemudian dilanjutkan Taxi dan Take-off menuju test area Sukabumi dengan ketinggian 10 ribu kaki.

Tes dilanjutkan dengan melakukan engine parameter test dari flight idle sampai maximum cruise power.

Dia menyebut, semua sistem dalam keadaan normal tidak ad ubnormality, kemudian diuji juga akselerasi dan decelerasi power.

"Semua engine data antara kiri dan kanan menunjukkan relatif sama tidak ada perbedaan antara engine kiri yang tangkinya diisi bahan bakar Jet A1 dan kanan yang diisi dengan bioavtur," ucap Adi.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berhasil memproduksi bahan bakar campuran bioavtur yang dihasilkan dari bahan baku 2,4% minyak inti sawit atau refined bleached degummed palm kernel oil (RBDPKO).

Bioavtur yang diproduksi di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) Refinery Unit (RU) 4 Pertamina Cilacap tersebut disingkat dengan Jet Avtur 2,4 (J2.4), dilaporkan telah dua kali uji statik di test-cell milik PT. Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dengan menggunakan bahan bakar avtur Jet A1 dan bioavtur (J2.0 dan J2.4) pada engine CFM56-3 yaitu pada 23-24 Desember 2020. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT