31 July 2021, 15:55 WIB

Sistem Digitalisasi Saat Pandemi Jadi Tantangan Auditor Teknologi


Siswantini Suryandari | Teknologi

SELAMA masa pandemi perkembangan teknologi digital semakin meningkat. Teknologi informasi dengan sistem digital lebih dimaksimalkan karena untuk orang menekan tatap muka. Hal ini juga menjadi tantangan bagi auditor teknologi

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) periode 2019-2022, Hammam Riza dalam raker IATI yang digelar secara zoom, Sabtu (31/7).

Hammam Riza yang juga Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan bahwa pandemi telah mempercepat contactless system dalam sistem perindustrian dan perdagangan.

"Seluruh sistem menjadi berbasis online dan semua mengandalkan transformasi digital. Perkembangan teknologi digital ini semakin kompetitif. Penguasaan dan kecermatan pemilihan teknologi menjadi penentu kunci dalam persaingan dan keberlanjutan industri," terang Hammam.

Menurutnya hal ini menjadi tantangan bagi auditor teknologi karena pemerintah telah mengamanatkan melalui Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

"Ini amanat pemerintah. SPBE ini untuk menciptakan jalannya pemerintahan yang dinamis dan gesit. Apabila sebelumnya pelayanan ke masyarakat secara offline, kni semua bisa dilayani secara online. Audit teknologi memiliki peran di sini. Tujuannya untuk efisiensi agar infrastruktur teknologi informasi yang dibeli bisa sesuai tujuan," jelasnya.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto yang menjadi pembicara kunci dalam raker tersebut menambahkan bahwa sebelum pandemi, sistem digital masih dilakukan setengah-setengah. "Sekarang ini dari hulu ke hilir sudah sistem digital. Dampaknya jelas efisiensi lebih tinggi. Di sini peran auditor teknologi dari hulu sampai hilur

Hamam menambahkan IATI didirikan dengan maksud untuk menghimpun dan menggalang masyarakat yang kompeten dan berkepentingan dengan terselenggaranya pemeriksaan, pengendalian dan pengamanan pembangunan dan penerapan audit teknologi sebagai upaya mendorong peningkatan inovasi nasional.

"Peran mereka ini bukan mencari kesalahan tetapi memperkuat eksistensi dan peran audit teknologi dalam memperkuat inovasi dan daya saing nasional. Serta mendorong kemandirian di bidang teknologi. Sekalogis membangun jejaring dalam rangka mendukung Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi," jelasnya.

baca juga: Teknologi Digital

Sebelum digelar raker dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara IATI dengan PII. Kerja sama ini untuk meningkatkan kompetensi para auditor teknologi dalam Program Sertifikasi Profesi Auditor Teknologi. Sekaligus secara sistematis akan dibangun  sistem pendidikan dan pelatihan untuk auditor teknologi.

"Termasuk melakukan program pelatihan SPBE bagi para anggotanya, agar dapat tanggap menyelesaikan permasalahan SPBE skala nasional," kata Hammam. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT