30 July 2021, 11:19 WIB

Startup Transporta Tawarkan Sistem Manajemen Gratis untuk Pengusaha UKM


mediaindonesia.com | Teknologi

DI tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha usaha kecil dan menengah (UKM) tengah berjuang untuk bisa berkembang dan bertahan. Pelaku UKM sektor transportasi pun terkena imbas dengan penerapan kebijakan terkait upaya meredam penularan Covid-19.

Namun sesuai dengan harapan pemerintah, pelaku UKM sebagai salah satu sektor andalan yang tersebar di seluruh Indonesia diharapkan terus tumbuh.

Dalam beberapa  kesempatan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong pelaku UKM untuk melakukan digitalisasi agar dapat tumbuh dan berkembang.

Dengan kondisi kasus Covid-19 yang belum mereda, Transporta, perusahaan startup teknologi di Indonesia, memperkenalkan program penggunaan sistem manajemen transportasi (TMS) gratis untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang logistik.

Lewat program ini, perusahaan dan UKM dengan armada kurang dari 20 truk dapat menikmati layanan manajemen transportasi digital tanpa biaya, untuk maksimal 75 perjalanan setiap bulannya.

“Lewat inisiatif corporate social responsibility (CSR), para pengusaha truk UKM diharapkan dapat terus beradaptasi dalam menghadapi era digitalisasi yang berkembang pesat di tengah pertumbuhan e-commerce -dengan biaya yang terjangkau,” kata Emma Hartono, Chief Operating Officer Transporta, pada keterangan pers, Jumat (30/7).

Dengan penawaran platform gratis dan solusi manajemen transportasi canggih, Emma menegaskan bahwa Transporta juga berkontribusi dalam menanggulangi dua permasalahan utama yang dihadapi sektor logistik UKM.

Ia menjelaskan permasalahan pertama yaitu masuknya pesanan e-commerce secara tiba-tiba dari pelanggan ritel yang mengakibatkan pengusaha truk UKM terpaksa mengangkut barang dengan muatan truk setengah isi, dan setelahnya, truk tersebut kembali dalam keadaan kosong dengan sistem perutean yang tidak optimal.

Masalah kedua, pengemudi truk UKM yang kalah bersaing dengan armada yang lebih besar karena rendahnya tingkat digitalisasi dan tingginya biaya logistik.

"Untuk bersaing di pasar, UKM perlu berinvestasi pada TMS yang efisien," ucap Emma."Tetapi solusi TMS yang sudah ada itu mahal, rumit, dan lebih diperuntukkan untuk armada berskala besar.”

“Jadi, pengusaha truk UKM berada di situasi yang tidak mudah dan akhirnya harus tetap melakukan bisnis secara manual dengan Excel. Di sinilah Transporta hadir menawarkan bantuan kepada UKM," jelas Emma.

Untuk mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh proses manual, Transporta menghadirkan platform cloud yang terpusat sebagai solusi yang menyeluruh bagi para pengusaha truk dan sektor logistik.

Hasilnya, menurut Emma, para pengusaha truk dapat memaksimalkan kecepatan operasi harian mereka dan memanfaatkan operasional seperti rute, ruang truk, penggunaan bensin, hingga mengelompokkan pengemudi secara efisien sehingga perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan dan kinerja pengiriman.

Perusahaan logistik juga dapat dengan mudah mengirim penawaran, memproses pesanan, menjadwalkan rute dan pengemudi, melacak pengiriman, hingga mengirim penagihan -- semuanya dilakukan dalam satu aplikasi web tanpa biaya.

TMS berbasis cloud milik Transporta ini mudah digunakan dan tidak membutuhkan investasi perangkat keras maupun lunak yang rumit.

Selain solusi TMS utamanya, Transporta juga menyediakan sistem telemetri untuk melacak setiap truk di setiap armada, memberikan informasi lokasi yang akurat, serta memaksimalkan rekam digital bagi pengemudi dan pengusaha truk UKM.

"Biaya logistik Indonesia menghabiskan sekitar 30% dari PDB negara -salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Visi jangka panjang Transporta adalah mengubah proses logistik manual yang memakan biaya ini menjadi digitalisasi. Lewat upaya ini, kami berharap dapat terus memperkuat sektor dan rekam digital para pengusaha truk untuk semakin berkembang," tambah Emma.

Memperkuat komunitas UKM dan logistik di Indonesia juga menjadi salah satu misi utama Transporta.

Karena itu, Transporta juga akan menghadirkan platform berbasis komunitas, di mana sesama pengusaha truk di Indonesia dapat saling berbagi informasi mengenai rute dan muatan.

“Komunitas ini akan terhubung melalui obrolan grup di aplikasi WhatsApp. Dengan demikian, para pengusaha truk UKM ini dapat menggabungkan muatannya satu sama lain, sehingga perutean (routing) dan operasional pun berjalan lebih efisien dan maksimal,” papar Emma.

Transporta akan meluncurkan program TMS ini pada bulan Agustus dan menargetkan jangkauan lebih dari 10.000 perusahaan truk dalam tiga tahun ke depan. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT