19 July 2021, 20:44 WIB

Kisah Wirausaha Milenial Sukses dengan Manfaatkan Teknologi Digital


mediaindonesia.com | Teknologi

DI era teknologi digital, banyak profesi baru bermunculan terutama di kalangan generasi milenial. Dengan mengandalkan teknologi yang memanfaatkan handphone dan tersambung internet, mereka sudah bisa menghasilkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan dua digit sebesar 10,58% di sektor teknologi informasi komunikasi (TIK) pada 2020 yang dihasilkan oleh transisi cepat dari solusi tradisional ke digital. Selain itu, didukung permintaan yang besar dari layanan telekomunikasi dan gadget.

Salah satu milenial yang memanfaatkan teknologi adalah Muhammad Lanang Cikal Narendra atau yang akrab disapa Lanang Cikal. Anak muda asal Bangka yang lahir pada Mei 1999 ini berupaya memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan penghasilan menguntungkan di masa pandemi saat ini.

Lanang Cikal membuat Lord Capital yaitu platform edukasi trading yang saat ini sudah memiliki member hingga ribuan orang. Platform tersebut dibuat untuk memberikan edukasi kepada para trader.

“Semua yang saya dapatkan tentunya tidak mudah, ada banyak kegagalan juga yang saya perbuat. Maka itu untuk menghindari kegagalan saya memberikan edukasi kepada followers saya di Instagram @lanangcikall agar mereka mempelajari pengalaman saya,” tutur Lanang.

“Menurut saya tidak ada yang tidak mungkin, dulu saya hanya berandai-andai memiliki mobil ataupun motor, sekarang saya mampu membelinya semua sendiri, kuncinya adalah fokus dan konsisten apa yang kita kerjakan,” ujarnya.

Lanan bercerita awalnya ingin berkarier menjadi seorang pembalap dengan segudang prestasi. Ia ingin menjadi dokter, menjadi pengusaha dan memiliki banyak bisnis, hingga sekarang jadi seorang trader yang memiliki penghasilan dengan fleksibilitas waktu.

“Saya dulu awalnya menyukai dunia balap, kemudian saya harus kuliah kedokteran, namun makin lama saya mencintai dunia usaha, saya membuat bisnis mulai dari jualan sepatu, toko handphone, kuliner, hingga memiliki kos-kosan. Semua bisnis itu saya buat dari memutarkan uang berkat dunia trading,” paparnya.

“Awal mengenal dunia trading lantaran saya ingin mencari pekerjaan dengan fleksibilitas waktu, bisa dikerjakan dimana saja, bisa bebas memutuskan bekerja dan liburan, dan tanpa tekanan dari atasan,” kata Lanang.

“Maka saya tekuni dunia ini, awalnya modal saya hanya Rp500 ribu gunakan untuk belajar, hingga saat ini perputaran dari dunia trading saya alhamdulillah sudah mencapai ratusan juta rupiah,” tutupnya.

Kini selain menjadi trader, dia sebagai pemilik Sei Sapiku Solo di dunia kuliner, Ibros Store, dan jualan sepatu di dunia retail, serta Omah Turu yaitu kos-kosan di industri properti. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT