15 July 2021, 13:13 WIB

Dukung Ekosistem Perusahaan Rintisan, Digital Hub dan Teman Startup Gelar StartHub Webinar


Mediaindonesia.com | Teknologi

INDONESIA menjadi negara yang subur dengan pertumbuhan perusahaan teknologi rintisan (start-up). Berdasarkan data yang dirilis oleh situs startupranking.com pada 2021, Indonesia berada di peringkat lima dunia dengan 2.251 start-up setelah AS, India, Inggris, dan Kanada. Meski begitu, masih banyak creativepreneur di Tanah Air yang membutuhkan dukungan dan bimbingan agar dapat memulai untuk membangun bisnis atau start-up company.

Sinar Mas Land secara nyata terus mendukung adanya inovasi digital, khususnya melalui pengembangan Digital Hub sebagai kawasan di BSD City yang didedikasikan untuk komunitas, pusat pendidikan, perusahaan rintisan, dan multinasional yang berfokus di bidang teknologi digital. Saat ini pengembangan secara fisik infrastruktur dan fasilitas telah dinikmati oleh nama-nama besar di bidang teknologi seperti NTT, Traveloka, dan Apple Developer Academy. Hal tersebut diimbangi dengan berbagai kegiatan bagi komunitas dan perusahaan rintisan yang terus dilakukan Sinar Mas Land melalui gerakan Digital Hub Next Action (DNA).

Dalam pelaksanaannya, Sinar Mas Land menggandeng mitra-mitra terkemuka dalam bidang rintisan teknologi digital. Salah satunya Teman Startup yang akrab dikenal dengan publikasi media sosialnya terkait perusahaan rintisan digital. Bersama Teman Startup, Sinar Mas Land akan menyelenggarakan kegiatan StartHub guna mendorong generasi muda membangun perusahaan rintisan berbasis teknologi di era industri 4.0.

Kegiatan dengan format webinar ini mengangkat tema Hal Fundamental dalam Membangun Bisnis di Era Pandemi. Tema ini dipilih untuk memberikan pemahaman dan strategi yang dibutuhkan oleh para founders dalam menjalankan bisnis startup. Acara yang berlangsung secara virtual pada Rabu (14/7) dihadiri oleh sejumlah narasumber di antaranya Erik Hormein (Head of Investment of BRI Ventures), Lucas Nawawi (Founder & CEO of Artee Group), Richie Wirjan (VP Investment of Kejora-SBI Orbit), dan Yonas Yasahardja (Head of Event & Marketing Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land).

"Kami melakukan kolaborasi dengan Teman Startup sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekosistem bisnis perusahaan rintisan berbasis teknologi di Tanah Air. Program-program dari kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi perusahaan rintisan dalam menghadirkan digital transformation. Semoga acara Starhub sebagai pelatihan online untuk para komunitas digital dan teman-teman start-up dapat diterima dan membuahkan hasil yang baik untuk dinikmati bersama masyarakat luas," kata Chief of Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap. Ia berharap melalui kegiatan ini para para pendiri perusahaan rintisan melakukan berbagai inovasi sehingga perusahaan mereka dapat berkembang dari sisi teknologi maupun model bisnis.

CEO and Co-Founder of Teman Startup, Leivino Krisdeni, menjelaskan bahwa saat ini banyak bisnis rintisan yang berkembang pesat hingga menjadi perusahaan besar. Perkembangan ini biasanya mengandalkan teknologi untuk membantu pertumbuhan bisnis dan lebih mengutamakan ide-ide baru serta memberi solusi nyata untuk permasalahan konsumen. "Pasalnya, selain ide dan modal usaha, untuk membangun perusahaan rintisan juga diperlukan wawasan tentang teori dalam menjalankan sebuah bisnis. Kami menyelenggarakan acara StartHub ini sebagai platform bagi teman-teman entrepreneur untuk belajar memulai usaha atau membangun bisnis rintisan."

StartHub merupakan acara yang digagas oleh Teman Startup selama dua bulan untuk memberikan applicable knowledge untuk para start-up founders atau para pegiat bisnis rintisan. Acara ini diselenggarakan selama dua bulan mulai dari 8 Juli–3 September 2021 melalui berbagai platform seperti Webinar, Instagram Live, Spotify podcast, YouTube, dan TikTok. Kegiatan webinar sendiri terbagi menjadi empat segmen yang membahas topik Start-ups, Product, Marketing, dan Fundraising yang dibutuhkan para crativepreneur dalam membangun perusahaan rintisan. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT