25 June 2021, 19:02 WIB

Hadapi Ledakan E-Commerce, Startup Tawarkan Solusi Sektor Logistik


mediaindonesia.com | Teknologi

SEKTOR logistik e-commerce terus berkembang di Indonesia. Namun sejumlah perusahaan truk masih mengalami kendala dalam sistem manajemen transportasi.

Terkait hal itu, Transporta, perusahaan startup teknologi di Indonesia, memperkenalkan sistem manajemen transportasi untuk membantu perusahaan truk menghadapi perkembangan pesat di sektor e-commerce Indonesia.

Sistem manajemen yang ditawarkan Transporta dilakukan agar perusahaan-perusahaan dapat mengatasi berbagai tantangan, khususnya yang disebabkan oleh minimnya teknologi di bidang logistik.

Sistem manajemen untuk menjawab pasar e-commerce Indonesia tumbuh 54% setiap tahunnya dan telah mencapai US$32 miliar di tahun 2020.

Bahkan pada tahun lalu, terjadi Ledakan dengan dipercepat oleh digitalisasi layanan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan pemberlakuan social distancing.

Emma Hartono, Chief Operating Officer (COO) Transporta, mengatakan,"Pertumbuhan sektor e-commerce mendorong permintaan logistik untuk e-commerce. Namun, teknologi untuk menjalankan perusahaan logistik masih tertinggal.”

“Pengusaha truk Indonesia menghadapi keterbatasan akibat tidak adanya visibilitas pada operasi mereka - baik itu pesanan, kinerja, utilitas atau keuangan. Mereka juga berhadapan dengan komunikasi internal yang buruk serta sumber data yang tersebar dan tidak tertata," jelas Emma.

Transporta, menurut Emma, menawarkan solusi untuk masalah ini. Salah satunya lewat solusi operasional yang dihadiran melalui cloud platform yang terpusat bagi perusahaan truk dan bisnis yang terkait.

Hasilnya, para pengusaha truk dapat memaksimalkan kecepatan operasi harian mereka dan memanfaatkan sumber daya seperti rute, ruang truk, penggunaan bensin, serta pengelompokan pengemudi secara efisien.

“Selain itu, mereka juga dapat mendorong profitabilitas dan kinerja pengiriman,” tutur Emma.

"Sistem manajemen transportasi telah terbukti mampu mengurangi biaya logistik dan sebagian besar penghematan didukung oleh perutean dan negosiasi yang lebih baik,” jelasnya.

“Di Indonesia, di mana biaya logistik termasuk yang tertinggi di ASEAN (30% dari PDB), diharapkan penghematan dapat berdampak lebih banyak," tambah Emma.

Diperkirakan ada 100.000 perusahaan truk di Indonesia, yang memegang kendali atas sekitar lima juta truk secara total.

Namun, lebih dari 75% perusahaan truk di Indonesia hanya memiliki kurang dari 20 truk, yang mengakibatkan pengangkutan kosong dan rute yang tidak efisien.

Para pengusaha truk UKM tidak memiliki kemampuan finansial untuk menggunakan platform daring. Hal ini semakin memperburuk kesenjangan antara pengusaha truk besar dan UKM.

Dengan solusi berbasis cloud platform yang hemat biaya dari Transporta, sistem manajemen transportasi tidak akan menghabiskan anggaran untuk pengusaha truk UKM, sehingga memungkinkan mereka untuk dapat bersaing di pasar yang terus berkembang.

 Transporta juga memungkinkan proses on boarding yang cepat dan mudah dengan proses self-onboarding atau orientasi mandiri.

Pengusaha truk, jelas Emma, dapat membuat penawaran, pesanan, dan faktur, sambil mengelola inventaris dan aset melalui manajemen yang cerdas, pelacakan pesanan otomatis, dan manajemen hubungan pelanggan (CRM) yang terintegrasi di satu tempat.

"Kami menargetkan untuk membawa 10.000 perusahaan truk ke Transporta selama tiga tahun ke depan. Saat ini, kami sedang menjajaki potensi kemitraan dengan sekitar 1.900 pengusaha truk melalui Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo),” jelasnya.

“Kami juga memanfaatkan kemitraan dengan startup Internet of Things, Lacak.io, untuk lebih mengoptimalkan layanan kami dan membantu pengusaha truk UKM dengan solusi cloud platform yang terpusat," ujar Emma. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT