11 June 2021, 20:06 WIB

Bunuh Virus di Ruangan, Ini Cara Memilih Air Purifier Berkualitas


Ghani Nurcahyadi | Teknologi

SAAT ini banyak sekali jenis produk pemurni udara atau yang lebih dikenal dengan nama air purifier beredar dipasaran. Pada situasi pandemi COVID-19 berbagai produk air purifier bermunculan, mulai dari merek baru, sampai dengan brand ternama ikut meramaikan penjualan air purifier yang dianggap dapat mengurangi resiko penularan berbagai virus melalui udara. 

Sebelum memilih produk yang benar, sebagai pengguna sudah seharusnya mengetahui dengan baik apa saja fitur yang memang dibutuhkan dan terbukti efektif yang dapat dihadirkan oleh air purifier yang akan dipilih, terlebih jika menggunakan produk tersebut dengan tujuan terhindar dari virus korona atau untuk penempatan di level beresiko tinggi seperti area restoran, ruang kelas, ruang kantor, ruang tindakan operasi pada Rumah Sakit, dan berbagai area pada fasilitas kesehatan lainnya. 

Untuk membersihkan dan menyaring udara, sebuah unit air purifier harus memiliki system penyaringan yang baik. Sistem penyaringan yang optimal harusnya tidak hanya terdiri dari satu, melainkan memiliki beberapa tahapan, dimulai dari pre filter yang berguna untuk menangkap partikel besar seperti debu dan tungau. 

Setelah itu, udara harus melewati penyaringan yang menggunakan karbon aktif yang berguna untuk menetralisir gas, asap, bau, dan senyawa kimiawi yang berbahaya. Untuk memaksimalkan level penyaringan, unit air purifier harusnya mempunyai filter HEPA yang berfungsi untuk menyaring partikel udara sampai dengan ukuran 0,3 mikron (virus Covid-19 berukuran 0,1 mikron).

Banyak produk dipasaran mempunyai sistem penyaringan termasuk HEPA filter didalamnya. Namun air purifier dengan medical grade dan ditujukan untuk penggunaan di area beresiko tinggi tidak berhenti di level penyaringan. Setelah melewati system penyaringan, udara dapat dialirkan ke dalam reaktor dengan lapisan titanium dioksida (TiO2) dan lampu UV. 

Baca juga : Tawarkan Smartphone Teranyar, Oppo Gandeng E-Commerce dan Operator

Lapisan TiO2 akan bereaksi dengan sinar UV dan membentuk radikal hidroksil yang akan mengurai komponen organik dan bioaerosol. Setelahnya, patogen diubah menjadi air dan CO2 yang tidak berbahaya. Dengan memadukan sistem filtrasi dan penguraian mikro organisme tersebut akan sangat efektif dan mengurangi 99,9999% virus di udara.

Terakhir dan tidak kalah penting yang harus diperhatikan juga adalah penempatan air purifier agar sirkulasi udara dapat memadai. Juga harus diketahui jangkauan coverage area dari unit tersebut. Ini dapat ditanyakan lebih jauh dengan teknisi produk tersebut yang berpengalaman.

Salah satu produk Air Purifier  yang baru-baru ini dirilis ke pasaran ialah Viruskiller yang diproduksi Rentokil Initial Indonesia. Alat itu sudah teruji klinis mengurangi 99,9999% virus dalam satu kali aliran udara. Hal itu dimungkinkan dengan perpaduan sistem filtrasi dan inovasi terkini reaktor chamber yang didalamnya juga memiliki lapisan titanium dioksida (TiO2) dan lampu ultraviolet-C (UV-C).

"Jika diukur kemampuan VIRUSKILLER  untuk mengurangi 99,9999% virus, anggap saja di dalam ruangan ada satu juta virus yang dibersihkan oleh VIRUSKILLER, berarti hanya ada kemungkinan satu virus yang akan disirkulasi ulang. Sementara pada pembersih udara lain yang menggunakan teknik filtrasi konvensional hanya efektif maksimal sampai 99.95%, dan masih akan terdapat 500 virus yang lolos penyaringan dalam kondisi yang sama," kata Heri Susanto, Managing Director Rentokil Initial Indonesias dalam keterangannya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT