08 June 2021, 17:33 WIB

Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Dorong Pembangunan


mediaindonesia.com | Teknologi

MASYARAKAT Telematika Indonesia (Mastel) percaya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi living enabler dan merasa perlu untuk mendukung keberhasilan pemerintah dalam program Transformasi Digital dan Literasi Digital.

Hal ini karena Mastel  berkepentingan untuk memperjuangkan kesehatan dan kemandirian industri, kepentingan masyarakat, dan kedaulatan digital negara.

MastelL merupakan lembaga penunjang Riset dan Inovasi khususnya di bidang Telematika. Anggota Mastel adalah penyelenggara ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sebagaimana dimaksud dalam UU 11/2019 pasal 42.

Dalam mendukung kepentingan masyarakat dan menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan layanan TIK, Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno menilai masyarakat memerlukan lembaga yang mengkaji dan menerapkan teknologi TIK di Tanah Air untuk kelayakan dan penerapannya.

Terutama, kata Sarwato, untuk inovasi anak bangsa yang saat ini berkembang pesat sebagaimana tugas yang diemban Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

 "Keberadaan BPPT sudah terbukti mampu membantu dan mempersiapkan implementasi & tata kelola teknologi, layanan dan hilirisasi riset TIK,” jelasnya pada keterangan, Selasa (8/6).

Peran BPPT dalam transformasi digital dan kemandirian digital juga sangat penting terutama dalam rangka percepatan respons pandemi Covid-19 dan rekomendasinya untuk penerapan adaptasi kehidupan baru.

Mastel, menurut Sarwoto, berharap BPPT senantiasa terbuka menerima masukan kritis dari multi stakeholder untuk mencapai kedaulatan digital di tanah air, sehingga BPPT dapat terus menghasilkan teknologi terapan yang sangat penting dan dibutuhkan masyarakat.

Terkait dengan inovasi teknologi dan kemajuan layanan TIK, Mastel berharap pemerintah segera melakukan revitalisasi Museum Telekomunikasi (Mustel) yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, yang saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan karena tidak terawat dan tidak layak sebagai sebuah fasilitas umum.

Sarwoyo juga menenkan, “Sudah saatnya Mustel direnovasi dan dipugar menjadi Museum Telematika yang membanggakan dan bermanfaat untuk masyarakat”.

Selain itu, keberadaan Mustel sangat penting untuk sarana pembelajaran dan pendidikan bagi generasi mendatang.

“Masyarakat dapat memahami sejarah perkembangan dan kemajuan anak bangsa dalam mengadopsi teknologi dan tata kelola penerapan teknologi TIK sebagai pendukung penting pembangunan nasional dari era telekomunikasi hingga era internet dan ruang siber di masa kini maupun yang akan datang,” paparnya.

Oleh karena itu, Mastel dan Dewan TIK Nasional siap bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjalankan dan menghidupkan kembali Mustel sehingga memiliki peran literasi teknologi telekomunikasi dan tata kelola penerapan teknologi TIK di Indonesia. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT