04 May 2021, 13:55 WIB

Indolok Tawarkan Teknologi Anti-Maling Kotak Amal di Rumah Ibadah


Mediaindonesia.com | Teknologi

SUDAH bukan rahasia lagi bahwa para penjahat atau tangan-tangan jahil bisa beraksi di mana saja, tidak peduli tempat dan waktu. Bahkan tidak jarang mereka beraksi di tempat-tempat ibadah. Prinsipnya, di mana ada kesempatan di situ pula para penjahat biasanya beraksi. Apalagi di tempat-tempat ibadah biasanya orang lengah.

Untuk itu perusahaan distributor produk teknologi asal Swedia, Indolok Bakti Utama meluncurkan teknologi kotak amal yang aman dari tindak kriminal pencurian yang marak terjadi di rumah-rumah ibadah. Untuk mengantisipasi tingginya angka pembobolan kotak infak baik yang terjadi di masjid maupun rumah ibadah lainnya, membuat perusahaan pemegang lisensi Gunnebo ini merilis Aslam Safes yang dirancang untuk melindungi sedekah maupun infak masyarakat agar aman dari upaya pembobolan. Dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan, brankas ini diyakini mampu menjadi salah satu indikator keseriusan manajemen rumah ibadah dalam menjaga amanah dari jamaah.

Baca juga: Menristek ; Era 4.0 Kampus Penting Dorong Ekosistem Wirausaha

Menurut Eky Mery, Marketing & Communication Senior Manager, Aslam Safes dirancang berdasarkan pengalaman kasus pencurian di berbagai rumah ibadah di seluruh Indonesia. Modus tersebut mulai dari pencongkelan, pembongkaran kunci, pengangkatan brankas, hingga memancing uang keluar.

“Kita belajar dari berbagai kasus yang terjadi. Pencurian kotak amal memang penyakit lama yang hingga kini masih sering terjadi. Uniknya, kalau dulu dilakukan sendiri, sekarang malah berkelompok. Contohnya di desa Banjarejo, Malang, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak bekerja sama mencuri kotak infak di masjid. Salah satu masjid di kawasan Kramat Sentiong kehilangan brankas yang berisi uang Rp20 juta. Dan dari sisi metode juga bervariasi. Pencurian di masjid daerah Petukangan Utara misalnya, menggunakan cara dengan membongkar kunci brankas,” tuturnya.

Aslam, tuturnya, diproduksi sebagai alat proteksi uang masyakat yang dititipkan di rumah-rumah ibadah. Brankas ini memiliki slot di bagian atas sehingga terlindung dari pencurian dan juga brankas tertanam di lantai.

“Adanya lubang angkur membuat brankas sulit diangkat. Ini untuk mengantisipasi pencuri yang langsung mengambil kotak infak tanpa membobolnya terlebih dulu. Maling yang mencoba cara manual mengambil uang dengan cara dipancing. Kami sudah mempelajari modus seperti ini sehingga Aslam kami rancang dengan pelat bergerigi. Ditambah lagi adanya dua pelat penutup di bawah slot sehingga uang aman dari upaya pencurian,” katanya.

Dengan berat 75 kilo, ia meyakini brankas akan sulit dibawa oleh satu orang atau dengan cara manual. “Pasti butuh setidaknya dua orang dan alat khusus untuk mengangkat. Selain berat, angkur di bawahnya juga menghambat maling bahkan hanya untuk menggeser.”

Saatini Aslam Safes telah digunakan di Masjid Istiqlal Jakarta. Tingginya angka jamaah serta besarnya infak yang diterima oleh masjid mendorong pihak pengurus untuk lebih serius menjaga dana tersebut dengan menggunakan lemari besi proteksi yang dirancang secara professional.

“Kami meyakini bahwa Masjid Istiqlal, sebagai salah satu masjid terbesar di Asia dan menjadi barometer di seluruh Nusantara, akan menjadi contoh positif mengenai keseriusan pengurus dalam mengelola donasi jamaah. Dan sebagai perusahaan teknologi, kami berkomitmen mengawal dan membantu pihak masjid untuk menjaga uang masyarakat.” (RO/A-1)

 

BERITA TERKAIT