24 March 2021, 14:19 WIB

Data Science Mendorong Peningkatan Profit E-commerce


medaindonesia.com | Teknologi

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperkirakan nilai ekonomi digital pada 2021 mencapai Rp 337 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 33% dari hasil riset Bank Indonesia (BI), yang menyebutkan nilai ekonomi digital tahun 2020 sebesar Rp 253 triliun.

Senada dengan laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company berjudul e-Conomy SEA 2020. Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Febby Kosa Deva, Manager Big Data Analytics External Use Case di Telkom Indonesia mengatakan, sekitar 300 juta masyarakat Indonesia yang sudah menjadi pengguna aktif di Lima e-commerce terbesar di Indonesia.

“Peningkatan jumlah konsumen dan transaksi e-commerce dapat dikatakan salah satu keberhasilan implementasi data science dalam mendorong konsumen bertransaksi digital” ungkap Febby pada webinar GITS Tech Talks, Selasa (24/3). 

Beberapa faktor lain yang mempengaruhi adalah adanya perubahan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi online, dukungan internet yang semakin terjangkau dan merata, serta tersedia banyak platform e-commerce yang praktis dan aman sehingga mendukung kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi secara digital.

Febby juga menjelaskan peran data science untuk meningkatkan profit pada e-commerce yakni memanfaatkan representasi data rekomendasi untuk mendeteksi produk yang sesuai dengan behavior dan personalisasi konsumen.

Disisi lain, seiring  dengan peningkatan jumlah transaksi maka data semakin besar, pemrosesan data tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional. Big data bukan hal baru saat ini, khususnya dalam penerapan data science di korporasi.

Fungsi big data antara lain melakukan query, analisis dan eksplorasi data, termasuk menjalankan algoritma tertentu misalnya Machine Learning.

Saat ini, GITS.ID menjadi salah satu Google Cloud Partner di Indonesia yang menyediakan layanan Big Data dalam menunjang korporasi meningkatkan bisnis.

Pada akhir sesi webinar Ray Rizaldy, Co-founder dan CEO GITS.id menyimpulkan ada empat hal penting dalam penerapan data science. Pertama, data science bukan lagi menjadi option dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang, penggunaan data science is a must baik untuk personal maupun organisasi.

Kedua, untuk mulai penerapan data analytic atau data science tidak harus dimulai dengan bloated, kita dapat memulai dengan sesuatu yang simple sesuai dengan stagenya, kalau organisasi masih kecil dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada seperti Google Analytic maupun data dari mix panel untuk notifikasi.

Ketiga, siapkan data infrastruktur dan keempat, gunakan funnel seperti pirate metrics berupa AARRR (Aquisition, Activation, Retention, Revenue, Referal) untuk mengukur kinerja”.(RO/OL-09)

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT