25 February 2021, 19:22 WIB

Teknologi Robot Makin Dibutuhkan Industri Saat Pandemi


mediaindonesia.com | Teknologi

DALAM survei global terhadap 1.650 bisnis kecil dan menengah di Eropa, AS, dan Tiongkok, sebanyak 84% bisnis akan meningkatkan penggunaan robot dan otomatisasi dalam 10 tahun ke depan.

Survey bertajuk ABB Industry Survey January 2020 itu juga menyebutkan 85% dari mereka mengatakan situasi pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor utama yang mengubah bisnis dan industri. Dengan kata lain, Covid-19 menjadi salah satu pendorong dalam mempercepat investasi pada bidang otomatisasi.

Lebih dari setengah dari total keseluruhan responden atau 43% mengatakan mereka membutuhkan robot untuk membantu meningkatkan faktor kesehatan dan keamanan kerja.

Sebanyak, 51% mengatakan robot dapat meningkatkan jaga jarak aman dan lebih dari sepertiganya atau 36% mempertimbangkan menggunakan robot dalam meningkatkan kualitas kerja untuk karyawan mereka.

Adapun sebanyak 78% pemilik perusahaan mengatakan bahwa merekrut dan mempertahankan karyawan untuk pekerjaan berulang dan yang cukup sulit secara ergonomis adalah sebuah tantangan tersendiri.

Mengingat pentingnya penggunaan teknologi robot tersebut, terlebih di kala pandemi Covid-19 saat ini, perusahaan global terkemuka di bidang enjiniring, ABB, mengembangkan rangkaian robot kolaboratif (collaborative robots) atau cobots yakni GoFa™ and SWIFTI™ yang memiliki daya angkut lebih besar dan kecepatan lebih tinggi untuk melengkapi rangkaian cobot ABB terdahulu, YuMi® dan Single Arm YuMi®.

Seri cobot yang lebih kuat, cepat, dan dapat diandalkan ini akan mempercepat pertumbuhan perusahaan di berbagai sektor industri seperti elektronik, kesehatan, barang konsumsi, logistik, makanan dan minuman. Selain itu, dapat memenuhi permintaan atas kebutuhan otomatisasi di segala industri.

GoFa™ dan SWIFTI™ dirancang secara intuitif sehingga pengoperasiannya pun mudah. Hal ini dapat membuka kesempatan bagi industri yang masih terbatas dalam penerapan otomatisasinya.

Perusahaan yang membeli cobots tersebut mampu mengoperasikan cobot hanya dalam hitungan menit ketika sudah diinstalasi tanpa perlu pelatihan khusus.

Dua cobots itu dirancang untuk membantu perusahaan mengotomatisasi proses yang dapat membantu karyawan untuk pekerjaan seperti material handling, machine tending, pemasangan komponen dan pengemasan di industri manufaktur, laboratorium kesehatan, gudang logistik, pabrik, serta fasilitas produksi lainnya.

"Rangkaian cobot baru kami adalah paling beragam di pasaran. Kami menawarkan berbagai potensi untuk mengubah cara kerja perusahaan Anda dan membantu rekan bisnis ABB mencapai kinerja operasi dan pertumbuhan perusahaan yang pesat," jelas President, Robotics & Discrete Automation Business Area, ABB, Sami Atiya, pada keterangan pers, Kamis (25/2).

"Cobot ini sangat mudah digunakan dan dikonfigurasi, serta didukung jaringan layanan global, yakni tim ahli robot ABB yang selalu siap menjawab segala kebutuhan bisnis di berbagai ukuran dan ragam sektor industri, lebih dari sekadar industri manufaktur," tambahnya.

Pada 2019, lebih dari 22.000 cobots baru disebar ke berbagai penjuru dunia, lebih banyak 19% jika dibandingkan dengan 2018. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT