24 February 2021, 14:55 WIB

Digitalisasi Menjadi Keniscayaan di Masa Pandemi


Mediaindonesia.com | Teknologi

DENGAN pesatnya perkembangan zaman saat ini dan ditambah kondisi pandemi covid-19 yang masih mencengkram dunia, masyarakat dunia masih dituntut untuk berinovasi. Hal itu terjadi di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Salah satu bentuk inovasi itu adalah digitalisasi. Pemerintah Indonesia bahkan mengimbau para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mulai bertransformasi ke digital.

Baca juga: Platform Digital Dukung Program Physical Distancing Pemerintah

Berangkat dari situ, Zoho  menawarkan aplikasi untuk berkolaborasi dan meningkatkan produktivitas bisnis, memberikan daftar prediksi tren Cloud Computing pada 2021.

“Organisasi sedang mempercepat digitalisasi karena pandemi covid-19. Semua pembelajaran dan praktik bisnis yang biasa kami ikuti kembali ditekankan oleh tren industri pada 2020. Inovasi dan mitigasi  resiko adalah faktor penting untuk adopsi cloud yang dapat membantu mengurangi ancaman dan mendukung stabilitas bisnis,” ungkap Vice President and General Manager Zoho Corporation untuk Asia Pasifik, Gibu Mathew.

Ia menuturkan pandemi telah mendorong banyak bisnis mengubah cara untuk bertahan hidup, dan teknologi cloud membantu menambah daya tahan perusahaan dalam mengantisipasi disrupsi agar secara cepat merubah model kerja menjadi lebih gesit dan terukur. Bisnis dengan cepat menyadari pentingnya platform teknologi - e-commerce, pembayaran digital, dan inovasi lainnya. Investasi cloud di kawasan Asia Pasifik telah meningkat meskipun pengeluaran TI secara keseluruhan menurun.

"Transformasi peralihan ke teknologi cloud pun tidak melambat karena semua bisnis saat ini beralih ke digital, sehingga memungkinkan mereka untuk  mengikuti tren teknologi.  Belajar dari 2020, cloud telah membuktikan bahwa solusinya mampu menghilangkan banyak kompleksitas di bidang teknologi informasi, ketika bisnis harus meminimalkan down time, tetap beroperasi dan menjalankan keberlangsungan rencana dengan anggaran yang lebih ketat."

Selain itu, lanjut dia,  kurangnya moderasi telah membuat industri saat ini sedang jenuh dengan perusahaan teknologi, karena semakin banyak aplikasi-aplikasi yang bermunculan. Di era experience economy seperti sekarang ini, penyedia platform teknologi harus bisa memastikan bahwa solusi dan layanan yang mereka tawarkan dapat memberikan pengalaman yang mulus bagi pengguna.

Keamanan cyber sebagai sebuah konsep yang semakin canggih. Mengingat meningkatnya insiden keamanan siber, penting bagi bisnis untuk mengamankan dan melindungi data, jaringan, dan solusi cloud mereka.

"Informasi ini ketika dicocokkan dengan transaksi yang dilakukan secara online menghasilkan data berguna yang dijual secara langsung atau tidak langsung melalui kemitraan strategis."

Organisasi mempercepat transformasi digital dan cloud untuk beradaptasi dan mempertahankan kelangsungan bisnis. Karena berbagai fungsi bisnis bekerja dari rumah, departemen TI akan ditugaskan untuk memastikan bahwa pengalaman kerja jarak jauh sama baiknya dengan berada di tempat kerja. "Dan terakhir munculnya pengoperasian bisnis jarak jauh untuk melayani klien melalui berbagai media yang berbeda telah mengubah perilaku pelanggan." (RO/A-1)

BERITA TERKAIT