15 February 2021, 20:45 WIB

Aplikasi Pencari Ikan untuk Bantu Nelayan


Mediaindonesia.com | Teknologi

PENERAPAN aplikasi yang memudahkan berbagai pihak untuk mencari lokasi penangkapan ikan harus tersebar luas di nelayan kecil di berbagai daerah. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga perlu melakukan program pendampingan sedikitnya selama 3-6 bulan agar informasi berbasis aplikasi tersebut operasional dan dapat diterapkan nelayan kecil.

Pengamat kelautan Abdul Halim menyatakan hal itu di Jakarta, Senin (15/2). Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu, pengembangan aplikasi semacam itu
bisa digunakan untuk mengefisiensikan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam melaut serta sejalan dengan prakiraan peta penangkapan ikan yang dilansir oleh KKP setiap pekan.

KKP kini memiliki aplikasi Laut Nusantara yang menghadirkan kemudahan dan kecepatan akses informasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI). Aplikasi tersebut juga dilengkapi informasi cuaca laut dalam genggaman nelayan sehingga aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan efisien.

"Di dalam sektor kelautan kita mengembangkan ocean based mitigation," kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja dalam Webinar Membangun Perikanan yang Tangguh Terhadap Perubahan Iklim di Jakarta, belum lama ini. Menurut Sjarief, mekanisme melalui metode mitigasi berbasis laut itu selain mereduksi emisi gas kaca, juga memberikan kerangka melalui paradigma yang sederhana kepada nelayan.

Misalnya, aplikasi yang memberikan lokasi tangkapan ikan kepada nelayan, sehingga hal itu sangat membantu nelayan di berbagai daerah. Dengan mengetahui lokasi penangkapan ikan yang banyak, lanjutnya, nelayan akan mengurangi waktu perjalanannya karena sudah mengetahui titik yang dituju, sehingga otomatis juga akan mengurangi pemakaian BBM. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT