27 January 2021, 16:17 WIB

Nama Domain .id semakin Diminati


Mediaindonesia.com | Teknologi

PENGELOLA Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) sebagai registri nama domain tingkat tinggi kode negara Indonesia domain .ID telah memperlihatkan kinerja positif dan melampaui target 472.569 nama domain pada 2020. Tercatat per 31 Desember 2021, Pandi telah mencapai 486.814 atau naik sebanyak 133.909 atau 37,94% dari 2019 dengan 352.905 nama domain.

Data pertumbuhan nama domain Pandi menyimpulkan bahwa nama domain .id semakin diminati masyarakat Indonesia dan mancanegara. Persebaran nama domain terdiri atas 453.100 didaftarkan masyarakat Indonesia dan 33.714 didaftarkan masyarakat mancanegara. Pencapaian itu tidak lepas dari strategi Pandi yang terus meningkatkan kerja sama dengan registrar Pandi. Pada 2020, Pandi memberikan akreditasi kepada tiga registrar baru dan memiliki total 22 registrar.

Pandi juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti Kemenkominfo, Kemenkum dan HAM, Pusinfolahta TNI, APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), institusi pendidikan, dan komunitas seni budaya dalam meningkatkan brand awareness nama domain .id. Peningkatan nama domain .id juga dibarengi dengan fokus Pandi untuk meningkatkan kepercayaan dengan memperkuat keamanan dan menanggulangi phising.

Dalam praktiknya, Pandi bekerja sama dengan komunitas lokal maupun internasional. Di skala internasional, PANDI juga ikut berkontribusi dengan bergabung sebagai board member di APTLD (Asia Pacific Top Level Domain Name Association). Pandi selaku registri .id juga telah mencetak tonggak sejarah baru dengan berhasil mengembangkan SRM (sistem registri mandiri) terpercaya dan tidak tergantung pada pihak lain dalam pengelolaannya. Ini menjadi bukti bahwa kedaulatan dan ketahan merupakan salah satu prioritas utama Pandi.

Pada Desember 2020, Pandi juga melaksanakan selebrasi Program Mimdan (Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara) sebagai upaya proses digitisasi dan digitalisasi tujuh aksara Nusantara yaitu Jawa, Sunda, Bugis (lontara), Rejang, Batak, Makassar, dan Bali. Proses digitalisasi tersebut berupa pendaftaran ke Unicode sampai dengan ke ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Saat ini, proses digitalisasi aksara Jawa tengah berjalan pada tahap pendaftaran di ICANN.

Melalui program Mimdan, bentuk komitmen Pandi dalam melestarikan budaya aksara daerah dan peningkatan literasi digital. Selanjutnya Pandi akan mendaftarkan aksara-aksara yang sudah terdaftar di Unicode menjadi top level domain di ICANN agar bisa dipergunakan di internet. Digitisasi aksara di Unicode merupakan suatu standar teknis pengkodean internasional mengenai teks dan simbol dari sistem tulisan di dunia untuk ditampilkan pada komputer, laptop, atau ponsel. Standar yang digunakan Merajut Indonesia merupakan bentuk komitmen Pandi dalam melestarikan budaya aksara daerah dan peningkatan literasi digital.

Di tengah pandemi covid-19, Pandi membuktikan kemampuan beradaptasi dan tetap mencapai prestasi yang tercermin dengan pencapaian di tahun lalu. "Pencapaian kami di 2020 tidak luput dari mindset percepatan transformasi digital yang mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan situasi anomali," tutur Ketua Pandi Yudho Sucahyo saat membuka acara konferensi pers Pandi 2021 secara luring dan daring di Jakarta, Rabu (27/1).

"Dengan kemampuan beradaptasi yang dilakukan oleh seluruh jajaran organisasi Pandi kami optimistis untuk mengusung masa depan dengan target meraih standar baru yaitu menuju registri kelas dunia," tambahnya. "Pandi juga telah mencetak tonggak sejarah baru dengan SRM dan digitalisasi aksara."

Dengan pencapaian 2020, Pandi menyiapkan strategi optimis untuk melebarkan volume pengguna nama domain .id di seluruh dunia dengan menargetkan 532.213 nama domain untuk 2021. Selain itu, Pandi juga melakukan modernisasi organisasi dengan SAR (Sistem Administrasi Registri) yang memanfaatkan teknologi big data, chatbot, dan pemutakhiran ERP (Enterprise Resource Planning) untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan menjadi registri kelas dunia. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT