03 January 2021, 04:50 WIB

Ternyata Lubang Hitam di Pusat Bima Sakti Lebih Dekat dengan Bumi


Mediaindonesia.com | Teknologi

LUBANG hitam supermasif yang bersembunyi di pusat galaksi kita ternyata jauh lebih dekat ke Bumi atau sekitar 2.000 tahun cahaya lebih dekat daripada perkiraan para ilmuwan sebelumnya. Ini menurut penelitian terbaru dari Jepang.

Tidak hanya itu, tata surya kita sejatinya bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan saat mengorbit pusat galaksi ini. Tapi, semua hal tersebut, catat para peneliti, tidak berarti kita menjadi khawatir bahwa Bumi sedang meluncur menuju pusat lubang hitam atau kita akan tersedot oleh monster gravitasi itu.

Kita masih jauh dari lubang hitam yang dijuluki Sagittarius A* (Sgr A*) itu. Jarak tepatnya antara bumi dengan lubang hitam tersebut sekitar 25.800 tahun cahaya. Asal tahu saja, satu tahun cahaya berjarak sekitar 6 triliun mil (9,5 triliun kilometer).

Studi itu merupakan bagian dari Eksperimen VERA atau Eksplorasi Astrometri Radio VLBI yang bertujuan mengeksplorasi struktur tiga dimensi galaksi Bima Sakti. Karena kita tinggal di Bima Sakti, para ilmuwan tidak bisa hanya mengambil gambar untuk mengetahui strukturnya.

 
Mereka pun melakukan pengukuran yang tepat terhadap ukuran, posisi, dan kecepatan orbit bintang, seperti seberapa cepat mereka mengelilingi pusat galaksi. Dalam bidang ilmiah, ini disebut astrometri. Peta yang dihasilkan dapat menjelaskan detail Bima Sakti kita, bintang-bintang di dalamnya, dan mungkin alam semesta.

"Para peneliti sekarang dapat mengukur jarak bintang yang terletak lebih jauh dan 30.000 tahun cahaya dari tata surya kita," kata Tomoya Hirota, seorang profesor di Departemen Astronomi di Sokendai dan pemimpin tim analisis data di VERA.

Bagaimana Anda mengukur jarak ke lubang hitam sebesar Sgr A* dengan berat 4,2 juta kali massa Matahari? Jawabannya sangat tepat. Untuk melakukan ini, para peneliti menggunakan empat teleskop Very Long Baseline Interferometry (VLBI) di Jepang. Observatorium ini bekerja sama untuk mencapai hasil yang sebanding dengan satu teleskop dengan diameter sekitar 1.400 mil (2.300 km).

Resolusi itu begitu tajam jika dibandingkan dengan penglihatan manusia. Ini rasanya seperti melihat satu sen dolar di permukaan bulan. Namun, VERA dirancang untuk melihat hal-hal yang jauh dari bulan.

Mereka menemukan bahwa Sagitarius A* berjarak 2.000 tahun cahaya lebih dekat ke Bumi daripada International Astronomical Union (IAU) yang ditentukan pada 1985. Selain itu, tata surya kita bergerak 510.000 mph (227 km/s) alias lebih cepat daripada penetapan resmi sebelumnya. Pengukuran VERA dianggap lebih akurat daripada pengukuran sebelumnya karena grup tersebut menggunakan teknologi yang lebih maju dan mengoreksi pengaburan atmosfer bumi terhadap pengukuran sebelumnya.

"Penemuan baru itu juga sejalan dengan pengukuran jarak yang dilaporkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics pada 2019 yang menempatkan Bumi sekitar 26.660 tahun cahaya dari Sgr A*," kata Nicholas Suntzeff, profesor dan direktur program astronomi terkemuka di Texas A&M University kepada Live Science. (Space.com/OL-14)

BERITA TERKAIT