27 April 2021, 02:30 WIB

Tantangan Nabi dalam Menyiarkan Agama


Quraish Shihab |

SETIAP Nabi yang diutus Allah SWT pasti akan menemui tantangannya tersendiri saat hendak menyampaikan ajaran Islam kepada umat di muka bumi. Hal tersebut digambarkan dalam surah As-Shaff ayat 5 yang mengisahkan perjuangan Nabi Musa AS yang dibahas dalam tafsir Al-Mishbah episode 16 kali ini. "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?’ Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."

Saat membawa ajaran dari Allah SWT, Nabi Musa AS menghadapi banyak cemoohan dan ujaran kebencian dari orang yang tidak percaya Allah SWT. Namun, Nabi Musa AS bersabar dan membuktikan bahwa apa yang mereka ucapkan tidak benar. Dalam perjalanannya, Nabi Musa membawa 9 bukti yang memperlihatkan apa yang disampaikannya ialah kebenaran. Meski kerap disepelekan, Nabi Musa AS konsisten menyebarkan ajarannya dan terus bersikap baik kepada sesama. Allah SWT tidak akan peduli pada kaum yang tidak percaya atas ajaran Nabi dan Allah SWT tidak akan memberikan petunjuk kepada mereka.

Perjuangan serupa dialami Nabi Isa AS, nabi yang diutus untuk kaum Bani Israil. "Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ‘Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)’. Namun, ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata’.”

Allah menjelaskan bahwa pada setiap nabi yang diutusnya, maka nabi tersebut akan menyampaikan bahwa agama yang dibawanya ialah ajaran yang sama dengan nabi sebelumnya, dan akan ada nabi selanjutnya.

Allah tidak akan memberikan petunjuk bagi siapa pun yang tidak percaya atas ajaran Allah yang dibawa nabi-nabinya. Hal tersebut ditegaskan dalam ayat selanjutnya. "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Umat muslim menyerahkan dirinya kepada Allah, baik secara akal, jasmani, maupun hati. Apabila penyempurnaan agama tersebut telah dilakukan, Allah akan berfirman, "Aku rela menjadikan penyerahan dirimu sebagai agama."

Dengan banyaknya perjuangan yang dilewati para nabi sebelum Muhammad SAW, pada akhirnya Islam meraih kemenangan pada zaman Rasulullah. Islam dapat menyebar dan tuntunannya dapat diterima dengan baik. Hal itu tertuang pada ayat 9. "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya."

BERITA TERKAIT