31 May 2021, 14:35 WIB

Klarifikasi STFK Ledalero Soal Kontroversi Pernyataan Pater Otto


Mediaindonesia.com | Surat Pembaca

PADAl 27 Mei 2021, Media Indonesia menurunkan berita terkait pernyataan  P. Otto Gusti Madung tentang LGBT. Menurut Wakil Ketua I STFK Ledalero P. Yosef Keladu, SVD, berita tersebut telah menuai kontroversi di kalangan umat Katolik.

Bahkan, ada orang atau pihak yang mengaitkan pernyataan tersebut dengan Institusi STFK Ledalero karena posisi Pater Otto sekarang ini sebagai Ketua STFK Ledalero.

Menurut Yosef, Pater Otto, secara pribadi sudah menegaskan dalam klarifikasinya bahwa pernyataan itu adalah pernyataan pribadi sebagai dosen dan pegiat HAM dan telah secara terbuka meminta maaf atas pernyataan yang telah melukai hati umat Katolik dan para alumni.

Meneguhkan klarifikasi dan permintaan maaf P. Otto, maka dengan ini kami pihak lembaga STFK Ledalero menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan pada saat seminar itu bukanlah pernyataan atau sikap resmi Institusi STFK Ledalero, tetapi murni pendapat pribadi P. Otto sebagai dosen dan pegiat HAM.

Semoga kegaduhan yang mengaitkan pernyataan Pater Otto dengan sikap atau pandangan institusi STFK Ledalero bisa berakhir di sini.
Terima kasih dan salam.

Sedangkan dalam kesempatan terpisah, Ketua STFK Ledalero P. Otto Gusti Madung menyampaikan permintaan maaf kepada para Alumni STFK Ledalero, Rekan-Rekan dan Umat Katolik Yang Terkasih!

Salam dari Ledalero. Semoga sehat semua. Pada tanggal 27 Mei 2021 Harian Media Indonesia mengutip pernyataan saya terkait LGBT secara salah dan saya mengklarifikasinya dalam harian yang sama pada tanggal 28 Mei 2021 (https://mediaindonesia.com/surat-pembaca/407874/klarifikasi-dosen-stfk-ledalero-otto-gusti-terkait-pernikahan-lgbt ). Pernyataan saya ini telah menuai kontroversi, diskusi dan juga kemarahan banyak umat beriman.

Untuk itu secara pribadi dan dari lubuk hati terdalam saya memohon maaf atas pernyataan publik saya itu yang telah melukai perasaan religius saudara-saudari sebagai umat Katolik.

Semoga saya boleh mendapatkan maaf dari saudara-saudari dan marilah kita saling mendoakan agar tetap menjadi pengikut Kristus yang setia.
Tuhan memberkati dan salam saya dalam kasih. (***)

BERITA TERKAIT