24 February 2021, 23:05 WIB

Jalan Utama Ke Taman Nasional Ujung Kulon Memprihatinkan


Doni Vinanto, Pandeglang, Banten | Surat Pembaca

KALAU bicara badak Jawa, sepertinya tak banyak yang paham. Tapi bila menyebut badak bercula satu rasanya akan banyak orang paham. Hanya saja tak semua orang tahu bahwa badak Jawa hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kecamatan Sumur merupakan kecamatan yang terletak di ujung barat Banten. Mayoritas warga di sana menjadi nelayan, karena seluruh wilayahnya terhampar di bibir pantai. Selain itu, wilayah Sumur juga berbatasan langsung dengan TNUK. Salah satu pos terdalam TNUK yang masih bisa dilalui kendaraan roda empat adalah di Kampung Cikawung, Desa Ujung Jaya. 

Hamparan pantai biru di sebelah kanan dan gunung hijau di sebelah kiri, menjadi pemandangan yang memanjakan mata pelancong menuju Kampung Cikawung. “Batasnya patung badak pak, kalau masuk lagi sudah kawasan (TNUK). Enggak ada lagi permukiman, paling pos-pos kehutanan," tutur Endang, salah satu warga Kampung Cikawung, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, jalan dari pusat Kecamatan Sumur menuju Desa Ujung Jaya rata-rata berupa tanah dan batu yang menyulitkan kendaraan melintas. Hanya sebagian jalan yang sudah mengalami pengecoran. Padahal dari Desa Ujungjaya terdapat dermaga-dermaga kecil yang dapat mengantarkan wisatawan ke destinasi wisata favorit, yaitu Pulau Peucang.

Tsunami Selat Sunda pada 2018 membuat jalan dari Tanjung Lesung ke Sumur sungguh memprihatinkan. Padahal potensi wisata Kecamatan Sumur terbilang komplit, mulai dari pulau, pantai, dan area konservasi badak Jawa. Tentu hal tersebut akan lebih baik jika didukung sarana jalan yang memadai. Apalagi, nanti pada 2022 rencananya akan mulai beroperasi jalan tol Serang–Panimbang yang makin memudahkan akses wisatawan ke Kecamatan Sumur. Semoga hal ini bisa menjadi perhatian pihak berwenang.

 

BERITA TERKAIT