26 March 2023, 16:47 WIB

Sikap PKS soal Kehadiran Timnas Israel Dinilai tidak Konsisten


Theofilus Ifan Sucipto |

SIKAP Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR soal kedatangan tim nasional (timnas) Israel U-20 dikritik. PKS dinilai tebang pilih saat membahas Israel.

"Main bola dimasalahkan, teman-teman (DPR) undang orang-orang politik Israel boleh di Bali. Sedih kita tidak konsisten gitu, konsistenlah kita," kata Executive Committee (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk Timnas U20 Israel Bikin Resah, Jangan Lupa Sejarah, Minggu, 26 Maret 2023.

Arya menyinggung Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali pada 2022. Forum itu dihadiri perwakilan berbagai negara termasuk Israel.

Arya menyinggung sikap PKS yang disuarakan Mardani Ali Sera. Kala itu, Mardani menyebut DPR hanya menyelenggarakan acara, bukan sebagai pengundang negara-negara. 

Baca juga: PKS Bandingkan Tolak Timnas Israel dengan FIFA Tolak Timnas Rusia

"Waktu itu satu fraksi pun tidak menolak padahal pertemuan politik. Kita cuma main bola kok, tidak lebih dari itu," papar dia.

Senada, kata Arya, PSSI bertindak sebagai penyelenggara, bukan pengundang Israel. Apalagi, PSSI sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah sejak jauh-jauh hari.

"Indonesia mengajukan 2018 dan tidak tahu kalau ada Israel. Seleksinya malah belum berjalan, ternyata ada Israel," ujar dia.

Baca juga: Piala Dunia U-20, Anggapan Politik dan Olahraga Harus Dipisahkan Dinilai Keliru

Selain itu, Arya menyoroti pernyataan politikus lain PKS Nasir Djamil. Nasir menegaskan PKS menolak timnas Israel U-20 berdasarkan konstitusi. "Kemarin (IPU) tidak ngomong (konstitusi). Kita rakyat jadi bingung. Konsisten saja," tutur dia.

Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Timnas Israel sebagai salah satu peserta akan tampil dalam kompetisi tersebut.

Kedatangan timnas Israel menuai pro dan kontra. Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun meminta publik memisahkan isu politik dan kepentingan olahraga. Namun ada juga yang menentang kehadiran timnas Israel seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Gubernur Bali I Wayan Koster. (Z-2)

BERITA TERKAIT